​Cinta Pencak Silat, Para Bule Asal Belanda Rela Belajar di Bangkalan

Para Bule Asal Belanda Rela Belajar di Bangkalan

Bangkalan, maduracorner.com – Seni bela diri merupakan salah satu kekayaan budaya luhur bangsa Indonesia. Perkembangan pencak silat yang begitu pesat, membuat warga Eropa tertarik untuk belajar seni bela diri tersebut. Tak terkecuali dari negeri Belanda.

 

Setidaknya terdapat 8 bule dari negeri kincir angin ini rela datang jauh-jauh ke Bangkalan. Yakni demi memperdalam ilmu bela diri di Perguruan Pencak Silat (PPS) Jokotole Kamal Bangkalan. Sekaligus mengikuti uji kenaikan sabuk.

 

Mereka dengan giat dan aktif menjadi murid di padepokan perguruan yang berdiri pada 21 Maret 1976 tersebut. Rupanya, sejumlah bule ini adalah murid dari cabang PPS Jokotole yang didirikan di Belanda. 

 

Tak hanya menjadi murid. Namun juga ada yang sudah menjadi pelatih. Sebut saja, Paul Rovers. Lelaki setengah baya yang sudah berlatih pencak silat sejak tahun 1986 itu kini menjadi ketua sekaligus pelatih PPS Jokotole di Belanda.

 

Berkat kerja keras, perkembangan pencak silat di Eropa khususnya Belanda sungguh menakjubkan. Sedikitnya, kini ada 150 warga Belanda yang menjadi murid PPS Jokotole. “Kami datang kesini untuk program kenaikan sabuk. Saya bangga bisa mengembangkan Jokotole di Belanda, karena banyak murid saya menjadi juara di Eropa,” ujar Paul dengan logat bahasa Inggris yang sangat kental kepada maduracorner.com, Jum’at (5/8/2016) lalu.

 

Para murid PPS Jokotole asal Belanda ini, tak cuma mahir mempraktekkan jurus tangan kosong saja. Akan tetapi juga lincah memperagakan jurus menggunakan sejumlah senjata tajam. Termasuk celurit yang merupakan senjata tajam khas Madura. “Kami dari Belanda berguru di Jokotole di awali sekitar 30 tahun yang lalu,” imbuh pria berkepala plontos ini.

 

Sementara itu, Pengurus PPS Jokotole Kamal Bangkalan, Hidrochin Sabaruddin berharap budaya luhur nenek moyang makin dicintai. Termasuk oleh kalangan generasi penerus bangsa ini. “Menjadi suatu kebanggan seni bela diri bisa berkembang hingga ke manca negara,” singkatnya. (her/mad)

Penulis: Heryanto Ahmad

Editor: Mamad el Shaarawy