​Penarikan Sumbangan Pembangunan Mushola SMPN Diprotes

2432 views


Bangkalan, maduracorner.com -Beberapa orang tua (ortu) siswa kelas VII SMPN 1 Bangkalan protes karena merasa keberatan atas pungutan sumbangan pembangunan mushola di lingkungan sekolah sebesar Rp.400 ribu/siswanya. 
Apalagi pungutan itu hanya dikenakan kepada siswa kelas VII, sedangkan kelas VIII dan kelas IX tidak dipungut sumbangan. Informasi tersebut disampaikan salah satu ortu siswa inisial S (40) warga Kelurahan Pejagan Kecamatan Kota Bangkalan. Termasuk ortu siswa lainya, M (39) warga Kelurahan Tonjung Kecamatan Burneh juga ikut protes pungutan yang dinilai cukup memberatkan.
“Kami merasa pungutan sumbangan pembangunan mushola sekolah 400 ribu itu, cukup memberatkan ortu yang tidak mampu seperti kami ini. Belum lagi harus membeli buku wajib siswa yang harganya juga mahal,” keluh S, Senin, (13/2/2017).
Senada juga ditanyakan oleh M, mengapa ortu kelas VIII dan kelas IX bebas dari pungutan sumbangan pembangunan mushola sekolah. Padahal kalau sama-sama dipungut sumbangan setidaknya jumlah dana yang harus dikeluarkan setiap ortu bisa ditekan.
“Kalau ortu kelas VIII dan kelas IX juga dipungut sumbangan. Jumlah dana yang harus dikeluarkan ortu bisa di tekan menjadi Rp.100 ribuan,” kata M.       

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Bangkalan, Ahmad Anwari saat dikonfirmasi melalui Wakasek SMPN 1 Bangkalan, Indiarti mengatakan tidak ada unsur paksaan untuk pungutan sumbangan pembangunan mushola. 
Dalam rapat antara pihak sekolah dengan ortu siswa dan Komite Sekolah sudah disepakati oleh para ortu siswa dan disetujui Komite Sekolah SMPN 1 Bangkalan. Sedangkan bagi siswa tidak mampu bisa mengajukan SKTM, agar tidak dipungut sumbangan.
“Kalau ada ortu siswa yang merasa keberatan dan tidak setuju mengapa tidak disampaikan pada waktu rapat? Sekolah tidak pernah memaksa bagi ortu siswa yang tidak mampu untuk menyumbang pembangunan mushola sekolah,” papar Indiarti.  
Penulis: Aryan

Editor: Altsaqib

Email Autoresponder indonesia