​Politisi Partai Dominasi Calon Ketua GP Ansor Bangkalan

2242 views

alah satu calon Ketua GP Ansor Bangkalan Mahfud Arifin dari partai PDI Perjuangan

Bangkalan, maduracorner.com – Konfrensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Bangkalan akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Nurul Cholil, pada tanggal 27 November 2016 mendatang. Sejumlah kandidat mulai bermunculan untuk bersaing menjadi ketua Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Bahkan, dari nama-nama yang masuk bursa pencalonan ketua GP Ansor Bangkalam periode 2016-2020 itu, terdapat sejumlah kader partai politik. Sebut saja, Mahfud Arifin anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, Moh Kholifi anggota Komisi D DPRD Bangkalan Fraksi Gerindra, Asis Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Fraksi Partai Demokrat dan Musawwir Syafik anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sedangkan kader NU non partai yang masuk dalam daftar pencalonan yakni KH Hasani Zubair Ketua GP Ansor Bangkalan dan Badrun anggota KPUD Bangkalan. Muculnya kandidat dari kalangan politisi tersebut membuat perebutan kursi ketua GP Ansor dipastikan berlangsung memanas.

Mahfud Arifin salah satu kandidat dari partai PDI Perjuangan mengaku siap bersaing dalam bursa pencalonan. Sebagai kader muda NU tidak akan mundur dan menolak jika dipercaya menjadi pemimpin GP Ansor Bangkalan.

“Banyaknya calon yang bermunculan merupakan bentuk kesuksesan pengurus yang sekarang dalam proses pengkaderan,” jelas anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu, Jum’at (18/11/2016)

Mahfud menjelaskan sistem pencalonan yang sangat terbuka menunjukan budaya berdemokrasi di tubuh GP Ansor di bawah pimpinan KH Hasani Zubair berjalan dengan baik. Tentunya, hal itu merupakan perkembangan positif yang patut dipertahankan dan harus dikembangkan.

“Ini bukan masalah saya ingin menjadi ketua atau tidak. Tapi munculnya nama saya karena ada yang mendukung untuk maju,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Konfercab GP Ansor Bangkalan Aly Musthofa menuturkan konfercab kali ini membuka ruang bagi kader-kader NU yang berpotensi untuk menjadi pemimpin. Tentunya, tetap mengacu pada aturan-aturan organisasi demi terwujudnya pemilihan yang demokratis dan bermartabat.

“Siapapun kandidat yang menang saat konfercab, mulai dari Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Anak Cabang (PAC) hingga tingkat ranting wajib mendukung ketua terpilih. Jangan sampai ada kelompok-kelompok tidak mendukung karena calon yang diusung kalah dalam pemilihan,” ungkapnya

Selain nama-nama yang sudah muncul itu sambung Aly Musthofa tidak menutup kemungkinan akan bertambah karena ini belum final. Bagi para kandidat harus mampu berkreasi semaksimal mungkin agar mendapat rekomendasi dari PAC.

“Masuknya kader partai politik dalam konfercab tersebut masih sebatas wacana, penentuan dan pendaftaran para calon baru akan dilakukan pada akhir konfercab,” jelasnya.(*)
Penulis : Heriyanto Ahmad

Editor : Achmad

Email Autoresponder indonesia