​Sebelum Diselamatkan Perahu Nelayan, Puluhan Penumpang Terapung 16 Jam

Tangis haru di rumah Sahril (50) warga Desa Paseseh yang selamat dalam peristiwa tenggelamnya Kapal Sinar Mutiara



Bangkalan, maduracorner.com – Sebanyak 16 penumpang yang selamat pada peristiwa tenggelamnya Kapal Sinar Mutiara di perairan Ketapang, Kabupaten Sampang, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 16.00 kemarin, terapung selama 16 jam. Penumpang yang terdiri dari anak buah kapal (ABK) dan pengawal ternak itu diselamatkan perahu nelayan asal Lamongan.

Sahril (50) pengawal ternak di kapal nahas itu menuturkan awal berangkat dari pelabuhan Telaga Biru Desa Paseseh kondisi cuaca masih normal tidak ada tanda-tanda akan terjadi ombak besar. Namun, saat melintasi perairan Ketapang Kabupaten Sampang ombak setinggi tiga meter menghantam kapal berbobot 50 GT tersebut.

“Saat diterjang ombak kapal mulai dipenuhi air. Kami berusaha menguras agar kapal bisa berjalan normal,” jelas Sahril saat ditemui di kediamannya, Selasa (6/12/2016).

Menurut bapak tiga anak ini, ganasnya gelombang membuat kapal terombang-ambing. Kapten kapal berusaha berputar arah untuk kembali ke pelabuhan karena tidak mampu melewati ombak yang sangat besar. Namun, upaya itu justru menjadi petaka.

“Air laut yang masuk membuat kapal oleng ke kanan dan tenggelam. Saya sudah tiga kali mengalami kejadian seperti ini,” imbuhnya. 

Ketika kapal tenggelam sambung Sahril, semua penumpang yang sudah menggunakan jaket pelampung melompat dan berpegangan pada rakit bambu yang sudah disiapkan sebelumnya.

“Kapal tenggelam jam 16.00 sore kemarin, baru sekitar pukul 08.00 tadi pagi kami ditolong nelayan asal Lamongan. Jadi selama 16 jam kami mengapung di laut,” paparnya.

Kapten Kapal Sinar Mutiara Ali Imron (34) menambahkan, kapal ternak sepanjang 75 meter dan lebar 10 meter tersebut tidak mampu menahan beban air yang terlanjur masuk ke lambung kapal. Sebelum tenggelam semua peralatan seperti pelampung, rakit dari bambu dan jerigen sudah dipersiapkan.

“Sekitar pukul 04.00 subuh ada kapal boat mendekat tapi tidak menolong kami. Yang penting selamat urusan sapi dan kambing dibiarkan ikut tenggelam,” paparnya sambil tertawa.(*)

Penulis: Heriyanto Ahmad

Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia