​Snack “Bikini” Beredar, Pengawasan Obat dan Makanan Dinilai Masih Lemah

Anggota Komisi VI DPR RI, Kholilurrahman


Pamekasan, Maduracorner.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Kholilurrahman menilai pengawasan terhadap obat dan makanan di Indonesia masih lemah sehingga belakangan ini muncul banyaknya produk palsu hingga produk kontroversial.Seperti misalnya beredarnya vaksin palsu, serum palsu hingga munculnya makanan ringan bihun kekinian atau yang disingkat “bikini”. Menurutnya hal itu akibat dari belum maksimalnya pemantauan terhadap produk obat dan makanan.

”Saya kira belum maksimal, belum maksimal mengadakan pemantauan terhadap produk makanan, produk kesehatan dan sebagainya,” ungkap Kholilurrahman, Selasa (9/8/2016).

Oleh sebab itu politisi PKB tersebut meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap produk makanan dan obat-obatan. Dan kejadian yang belakangan ini mencuat bisa menjadi pelajaran agar ke depannya bisa diantisipasi.

”Dan jangan dadakan, jangan kagetan. Begitu ada isu yang mencuat baru pemerintah menyikapi setelah itu dibiarkan, kalau itu yang dilakukan kita akan kecolongan,” imbuhnya.
Pemerintah juga harus mendorong Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) selaku lembaga yang mengawasi obat dan makanan untuk melakukan pengawasan secara maksimal. Tentunya dibantu oleh institusi lainnta seperti dari kepolisian.

”Masyarakat juga harus aktif melaporkan jika ada temuan dan pemerintah harus responsif menerima laporan dari masyarakat,” pungkasnya.(*)

Reporter : Fatahillah Kamali

Editor : Altsaqib

Email Autoresponder indonesia