​Tembakau Gagal Panen, Petani Sampang ‘Lari’ ke Malaysia

Petani tembakau

Sampang, maduracorner.com – Sejumlah petani tembakau di Desa Patarongan, Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang ‘lari’ mencari kerja ke negeri jiran Malaysia. Menyusul kondisi tanaman tembakau yang tidak bisa ditebak, kadang panas dan sesekali diguyur hujan.Dampaknya, kualitas tembakau menjadi jelek dan kurang memiliki nilai jual hingga berakibat pada meruginya para petani. Mereka pun akhirnya nekad mengadu nasib ke Malaysia.

Menurut salah seorang warga setempat, beberapa kerabat dan tetangganya berangkat ke Malaysia pada minggu lalu.

“Terakhir rombongan (petani tembakau) yang berangkat tiga orang, termasuk kerabat saya. Soalnya tanaman tembakaunya tidak bisa diharapkan,” tutur Faisol, Jumat (02/9/2016).

Dirinya menceritakan, banyak petani tembakau yang putus asa dan mengeluh karena tembakaunya rusak. Apalagi saat ini harga tembakau jauh dari harapan. Untuk per kilogram (kg) harga tembakau hanya dihargai Rp 6000, padahal sebelumnya pernah mencapai Rp 50.000 per kilogram.

“Pernah sampai harga 52 ribu per kilo, tapi sekarang murah,” sambungnya.

Padahal, dijelaskan olehnya, untuk menanam tembakau sebanyak 7000 batang, petani harus mengeluarkan biaya hingga Rp 4 juta. Sementara itu sebagian petani yang mengalami gagal panen, mengalihkan tanaman tembakaunya ke tanaman jagung. Meskipun hasilnya tidak seberapa.

“Dari pada ruginya banyak, sebagian tembakau yang rusak dicabut diganti jagung, siapa tahu beruntung,” harap Faisol yang mengaku juga mengalami gagal panen. (Mar)
Penukis : S Umat

Editor : Buyung Pambudi