14 Tahun Jadi Honorer, Dua Guru Ini Menangis Usai Lulus Passing Grade

Nuriyatun Hidayati (34) guru honorer SDN Kampak 1 Geger menangis haru sambil menghubungi keluarganya usai dinyatakan lulus passing grade. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- “Pak saya lulus,” ucap Nuriyatun Hidayati (34) warga Desa Campor, Kecamatan Geger, ketika menghubungi keluarganya melalui sambungan seluler sambil menangis tersedu-sedu.

Tangis haru tenaga honorer SDN Kampak 1 Geger itu, merupakan luapan kegembiraan setelah mengikuti Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan dinyatakan lulus passing grade.

“Saya sudah 14 tahun jadi guru honorer. Penantian selama belasan tahun terjawab sudah,” ucapnya sembari berlinang air mata saat ditemui di gedung Merdeka, Jumat (16/11/2018).

Soal yang dikerjakan Nuriyatun menggunakan Computer Assisted Tes (CAT) itu, masing-masing mendapat nilai 85 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), 75
Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 107 Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

“Passing grade jalur khusus sistem penilaiannya akumulatif, minimal 260, dan TIU nilai minimalnya 60,” imbuhnya.

Kegembiaraan serupa juga dirasakan Wardani Sulistiyawati (34) warga Jalan A Yani Kelurahan Keraton Bangkalan. Guru honorer tersebut, mengajar di SDN Ujung Piring sejak 2004.

“Alhamdulilah lulus, perjuangan saya sudah terbayar,” ucap ibu dua anak itu. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad