Cuaca Memburuk, Petani Rumput Laut Pademawu Terpaksa Panen Dini

antisipasi kerugian, petani rumput laut pademawu memanen lebih awal. foto: mustofa/mc.com

antisipasi kerugian, petani rumput laut pademawu memanen lebih awal. foto: mustofa/mc.com

Rumput laut kotor, harga jual anjlok | Oleh : Mustofa El Abdy
Maduracorner.com,  Pamekasan – Sejumlah petani rumput laut di desa Tanjung Kecamatan Pademawu Pamekasan melakukan panen lebih awal. Upaya itu terpaksa dilakukan karena pertumbuhan tanaman rumput laut mereka memburuk akibat anomali cuaca. Tindakan itu juga untuk menghindari kerugian yang lebih parah.

“Kita panen umur 30 hari. Biasanya panen 45 hari. Dipanen karena rumput laut rusak banyak lumut dan lumpur,” ujar Sumrotus Salamah, salah seorang petani rumput laut Minggu (30/3).

Dia kemudian menambahkan, dalam satu petak, diperlukan sedikitnya 40 kilogram bibit rumput laut. Kemudian, jika pertumbuhannya normal, maka dalam waktu ideal mereka dapat memanen 3, 5 hingga 4 kwintal.

“Tapi karena rumput laut kami rusak, sekarang hanya bisa memanen dua kwintal saja,” imbuhnya.

Keluhan senada juga diungkapkan Faiqoh, petani lainnya. Dia menyebutkan, akibat rumput laut yang rusak dan penuh lumut, kualitas rumput laut menjadi turun dan harganya anjlok.

“Kalau bagus harganya Rp. 2.500  Perkilogram basah, namun kalau rusak seperti ini hanya laku Rp. 1.500 perkilogramnya,” ujar Faiqoh seraya membersihkan rumput laut mereka yang kotor agar harga jual bisa lebih tinggi.(top/krs)