20 Persen APBD tak Terserap, Ini Alasan Wakil Bupati Sumenep

Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. (FOTO: Google)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Memasuki akhir tahun 2018, penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hanya mencapai 80 persen.

Dengan demikian, berdasarkan laporan per tanggal 26 Desember 2018 tersebut, menunjukkan adanya sisa 20 persen APBD yang belum terserap.

“Sejumlah pekerjaan yang sifatnya kontraktual belum selesai sehingga menyebabkan 20 persen belum terserap,” ungkap Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, dilansir dari Mediamadura.com, Jumat (28/12/2018).

Dia menyebutkan, pos anggaran yang belum terserap itu seperti
belanja barang dan jasa. Sifatnya, pengadaan barang dan proyek fisik, nilainya sekitar Rp 160 miliar.

Kemudian juga belanja modal berupa bantuan sosial dan hibah sekitar Rp 224 miliar, termasuk juga Pokir (Program Pokok Pikiran Rakyat) anggota DPRD.

“Pokir dewan juga dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak dilengkapi by name dan by address penerima juga menjadi pemicu rendahnya penyerapan APBD,” terang Fauzi.

Namun politikus PDI Perjuangan itu, mengaku masih optimis hingga tutup tahun realisasi APBD 2018 akan mencapai 91 persen, dan sisanya menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa).

“Kami akan mengevaluasi pimpinan OPD yang tingkat penyerapan anggarannya di tahun 2018 yang terbilang rendah, agar pada tahun 2019 penyerapan APBD lebih maksimal,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad