22,4 Miliar Untuk Guru Ngaji dan Guru Madin, Ketua DPRD Minta Tepat Sasaran

Bangkalan, Maduracorner.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan merefocusing dan merealokasi anggaran sebesar 65,2 miliar untuk penanganan covid-19. Salah satunya untuk guru ngaji dan guru madrasah (Madin) mendapat alokasi anggaran 22, 4 Miliar.

Menurut laporan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan akan ada 9.342 guru ngaji dan guru madin yang akan mendapat bantuan jaringan pengamanan sosial, sebesar RP. 200.000 perbulan. Mekanismenya akan dicairkan tiga bulan sekali.

Hal ini mendapat apresiasi dan respon positif dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan Muhammad Fahad.

Pria yang akrab disapa Ra Fahad itu menyampaikan, kita harus mengapresiasi tindakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan yang masih peduli pada guru ngaji dan guru madin. Insentif ini minimal membantu meringakan bebannya.

“Namun pada sisi lain, yang harus kita perhatikan juga pendataan pada guru ngaji dan madrasah harus akurat dan komperhensif, sehingga bantuan itu tepat sasaran sesuai yang diharapakan bersama,” ujarnya, Senin (20/04/2020).

Politisi Partai Gerinda ini mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), untuk segera memproritaskan Pemberian jaring pengaman sosial kepada guru ngaji tersebut.

“Kami akan secepatnya berkoordinasi dengan pemerintah daerah ini penting sebab dengan begitu Pemkab akan tergerak untuk mengupayakan proses pemberian jaring pengaman sosial terhadap guru ngaji secepatnya disalurkan,” tegasnya.

Pria Asal Kecamatan Burneh itu menambahkan, pengalokasian dana terhadap guru Madin di kabupaten Bangkalan harus sampai atau tepat sasaran kepada orang yang bersangkutan di bawah, agar bisa memberikan hal positif bagi penerima yang selama ini memang mengabdikan dirinya untuk memajukan religius dan intelektual anak yang berada di desa atupun di kota.

“Pemerintah dalam hal ini tidak boleh diam, cepat koordinasikan dengan pihak berwenang supaya kesejahteraan guru ngaji dapat terwujud. Sebab, guru ngaji merupakan guru pertama atau guru alif yang mengajarkan setiap hari pada santrinya,” tandasnya. (Ris).

Email Autoresponder indonesia