40 Detik Yang Mengubah Nasib PMU

709 views

image

Bangkalan, maduracorner.com, – Drama kekalahan 2-1 atas Persipura Jayapura beberapa waktu lalu masih menyesakkan dada. Terutama bagi manejemen Persepam Madura United (PMU). Khususnya manejer tim Achsanul Qasasi. Menurutnya, kekalahan menjelang berakhirnya pertandingan yang tinggal beberapa detik lagi itu, sangat tidak bisa dinalar akal manusia.

“Langit serasa runtuh. Saya tak bisa berpikir apa-apa kala itu. Karena insiden itu terjadi hanya tinggal 40 detik sebelum peluit akhir dibunyikan.  Saya mengibaratkannya seperti perang Uhud. Dimana ada sebagian kelompok yang lari, ada sebagian yang jadi pengkhianat, untuk kemudian akan sama-sama menghujat atas kekalahan,”ujar Achsanul Qasasi (AQ) kepada maduracorner.com saat dihubungi melalu pesan blackberry massanger-nya, rabu (10/9/2014) siang .

Pria yang memotori pendirian Koperasi PS Merpati sejak 15 tahun lalu ini juga mengatakan, ini adalah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Karena setiap di gelanggang pasti ada kalah dan menang. “Kenyataan ini  konsekuensinya harus diterima dengan lapang dada. Silahkan seluruh pemain dan tim pelatih cari klub untuk musim depan,”tegas AQ dengan nada sedikit tertahan.

Meski begitu, masih ada sejumlah upaya yang hendak dilakukan manejemen terkait beberapa hal kontroversial yang dilakukan Perseru Serui. Yang diantaranya, ada dugaan memainkan pemain illegal serta lisensi kepelatihan headcoach Perseru yang tidak sesuai dengan aturan PSSI. “Masih kita usahakan. Do’akan ada hasil positif bagi kita”,katanya.

Hal langsung dikatakan oleh kelompok supporter yang juga merasakan kesedihan mendalam. Mereka juga merasa tidak tega saat melihat sang manager tim kebanggaan Madura tersebut berurai air mata di pinggir lapangan usai laga lawan Persipura.

“Saya lihat AQ  menangis di lapangan dua kali. Saat P-MU harus kalah 2-1 atas Persipura kemarin dan saat P-MU memang 1-0 atas PSS Sleman sewaktu di Divisi Utama. Bedanya, tangis yang saya lihat dulu adalah tangis bahagia, sementara kemarin adalah tangis goncangan sedih,”ungkap Mimit Jenggot,Dirigen Mabes K-ConK.

“Kebersamaan selama dua tahun ini menjadi pudar. Jika tim ini dibubarkan, kami akan kangen pada Rossy Noprihanis, Fachruddin, Escobar dan Diego dan para pemain lain. Tapi inilah roda hidup yang berputar sangat cepat. Hanya 40 detik sudah cukup merubah kebersamaan ini,”kata Khairul Alamsyah, penanggung jawab keuangan P-MU.
Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia