5 Kali Masuk Bui, 5 Kali Di-dor Polisi

954 views
image

tsk ranmor

Bangkalan, maduracorner.com – Aksi Rifandi memang bikin geleng-geleng kepala. Pria asal desa Benyior, Kecamatan Sepulu – Bangkalan ini, tampaknya tidak kapok meski sudah berkali-kali masuk penjara. Dari catatan pihak kepolisian, residivis kambuhan tersebut sudah 5 kali menghuni hotel prodeo serta 5 kali pula tubuhnya dihajar pelor polisi. Mulai betis, paha serta dada.

Bahkan akibat bekas tembakan polisi ini, membuat Rifandi kini harus berjalan terpincang. Meski demikian, hal itu tidak membuatnya jera. Pada aksi keenam kalinya, ia kembali ditangkap setelah mencuri sepeda motor Honda Beat milik Novi warga Kelurahan Pejagan, Kota Bangkalan.

Kejadian berawal saat Novi sedang berbelanja di sebuah toko kain di jalan Letnan Mestu, Bangkalan, senin (12/1/2014) malam. Tanpa disadari korban, sepeda motor warna putih miliknya berhasil dibawa kabur oleh Rifanda dari parkiran toko.

Di saat korban menangis karena kehilangan motornya, Rifandi sudah ngebut melarikan diri. Beruntung, aksi pelaku terekam CCTV yang terpasang di bagian depan toko. Dari rekaman CCTV serta kesaksian warga sekitar TKP, polisi langsung mengenali pelaku. Apalagi wajah dan ciri-ciri Rifandi sangat akrab di mata polisi. Maklum, ia sudah 5 kali berurusan dengan pihak berwajib.

“Ciri-ciri pelaku bisa kami kenali berkait gambar CCTV serta keterangan warga yang melihat. Begitu mengetahui siapa pelakunya, langsung tim kami bergerak menangkap pelaku”,ujar Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Andik P kepada maduracorner.com.

Beberapa jam kemudian, unit buru sergap Satreksrim Polres Bangkalan langsung membekuk tersangka di rumahnya. Selain Rifandi, polisi mengamankan 1 unit sepeda motor milik Novi sebagai barang bukti. Bahkan, pelaku lain atas nama Ismu, warga desa Prancak, Kecamatan Tanjung Bumi – Bangkalan juga ditangkap. Tersangka kedua inilah yang datang berboncengan dengan Rifandi ke lokasi pencurian.

Kini, Rifandi harus kembali masuk tahanan polisi. Serta bisa makan gratis di dalam tentunya. “Saya mengaku salah pak. Saya jangan dipukuli, tidak apa-apa di penjara. Toh bisa dapat makan gratis di dalam”,ucap Rifandi kepada penyidik yang memeriksanya. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia