8 Alasan kenapa Polisi menetapkan Jessica Wongso sebagai pelaku pembunuhan Mirna

jessica wongso ditetapkan sebagai pembunuh wayan mirna


Maduracorner.com – Baru-baru ini ada informasi terbaru dari kasus kopi yang merenggut nyawa Wayan Mirna Salihin, yaitu, polisi telah menetapkan Jessica Wongso sebagai pelaku tunggal dari pembunuhan mirna lewat segelas kopi beracun.

Memang tidak mudah menentukan siapa sosok jahat yang berada di balik pembunuhan yang sangat terencana ini, tapi dengan beberapa bukti kuat, polritelah menentukan bahwa Jessica adalah dalang di balik kejahatan ini.

Tidak mau dianggap gegabah dan seenaknya mengambil keputusan, pihak polri memberikan 8 alasan kenapa pihaknya menetapkan Jessica sebagai pelaku dari tragedi yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia ini.

Dan berikut adalah 8 alasan kenapa polisi menetapkan Jessica Wongso sebagai pelaku pembunuhan Wayan Mirna Salihin lewat segelas kopi beraromakan sianida.

1.Jessica datang paling dulu.

Pada hari Rabu pada tanggal 06 Januari 2016 dia mengajak tiga temannya untuk bertemu di salah satu kafe yang terletak di Jakarta, Olivier, Grand Indonesia. Waktu yang ditetapkan adalah jam lima sore.

Mirna, Hani dan Vera menyetujui untuk menemui Jessica pada tempat dan waktu yang telah ditetapkan. Tapi, polisi mencium ada yang tidak beres dengan waktu kedatangan jessica, yaitu, dia pernah mengaku datang ke kafe itu pada jam dua siang, akan tetapi, di lain kesempatan dia mengatakan bahwa ia datang pada jam empat sore.

Usai datang, ia langsung memesan 3 jenis minuman, yakni, coctail buat dirinya, fashioned sazerac untuk Hani dan segelas kopi vietnam buat Mirna, karna Vera mengkonfirmasi bahwa dirinya berhalangan untuk menghadiri pertemuan itu.

Setelah meminum kopi, Mirna merasa bahwa kopi yang diminumnya terasa berbeda dengan biasanya dengan mengatakan “It’s awful, it’s bad”. Kemudian Hani menyahut dengan mengatakan “Dalem kopinya, ada apa-apanya kali.”

Lewat pengacaranya Jessica menjelaskan bahwa Mirna memesan lewat Whatsapp kepada dirinya, makannya itu dia memesankan kopi untuk Mirna.

2.Menyimpan tas belanjaan di atas meja.

Jessica mengutarakan, sebelum sampai di kafe, ia sempat berbelanja 3 bingkisan yang berisikan sabun di dalamnya sebagai oleh-oleh. Sebelum Mirna dan Hani tiba, ia menyimpan tas belanjaan itu di atas meja no.54.

Prilaku Jessica yang menyimpan tas belanjaan di atas meja menimbulkan kecurigaan kuat bahwa dia adalah pelaku dari pembunuhan mirna. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Edi Saputra Hasibuan sempat melihat tayangan CCTV yang menggambarkan bagaimana Jessica menaruh tas di atas meja.

 “Sempat saya lihat dia mencoba memindahkan gelas, tapi tak terlihat dia memasukkan sesuatu ke gelas itu. Tangannya terhalang tas, terlihat dia memindahkan gelas saja. Saya tak lihat yang lain. Intinya polisi sudah mantap dengan bukti yang mereka miliki, jadi tak boleh salah, apalagi setelah penetapan tersangka. Terlihat bagaimana cara Jessica memesan kopi. Wajahnya sempat memandang kesana kemari, seperti mengamati sesuatu.”


Ujar beliau sesaat setelah melihat cuplikan CCTV itu.

3.Jessica enggan mencicipi kopi yang terletak pada gelas Mirna.

Datang dari penjelasan Hani, bahwa ia sempat mencicipi kopi punya Mirna setelah Mirna mengatakan bahwa dalam kopinya ada sesuatu yang berbeda, tapi Jessica tidak mau menyicipi dengan alasan, takut penyakit maag nya kambuh lagi.

 “3-5 gram sianida bisa membunuh satu orang, apalagi 15 gram, bisa saja mematikan 20 orang.” Ujar Komisaris Besar Krishna Murti.


4.Membuang celana jeans yang dipakai saat kejadian.

Setelah diketahui Jessica menyuruh bibinya, assisten rumah tangga agar membuang celana yang ia kenakan saat menghadiri pertemuan tersebut akhirnya polda metro jaya memutuskan untuk mencari celana jins tersebut. Karna mereka beranggapan celana itu bisa menjadi barang bukti terungkapnya kasus pembunuhan Mirna.

Tapi setelah dilakukan pencarian selama satu mingggu, celana tersebut belum juga berhasil ditemukan. “Kami cari ke tempat sampah sampai ke pol sampah tidak ketemu sampai sekarang,” Ujar Krishna saat dimintai keterangan prihal celana jeans tersebut.

5.Prihal minuman yang dipesan Jessica saat sebelum Mirna meregang nyawa.
Saat ayah Mirna, Darmawan Salihin meminta keterangan dari Jessica untuk pertama kalinya, Jessica mengatakan bahwa ia hanya memesan air putih saja. saat kematian itu terjadi.

Tapi setelah dilakukannya penyidikan, berkembang kabar, bahwa Jessica memesan coctail. Artinya, pernyataan Jessica kepada Darmawan berbeda dengan bukti yang ditemukan oleh tim penyidik.

 “Kalau dari BAP, bapaknya mendengar Jessica meminum air mineral. Kalau di BAP jessica dia minum cocktail. Sementara BAP saksi semua menyebutkan cocktail.”


6.Mengaku depresi tapi prilakunya sangat tenang.

Di tengah penyidikan, Jessica sempat lapor pada Komnas HAM bahwa dirinya merasa depresi dan tertekan karna tuduhan sebagai pembunuh Mirna yang disematkan kepada dirinya, baik itu oleh pihak yang berwenang maupun oleh media yang memberitakan demikian.

Anehnya, dia selalu terlihat tenang saat berhadapan dengan kamera yang menayangkan dirinya di Televisi. Itulah yang membuat Kirdi, ahli hipnoterapi bersuara atas keanehan yang terjadi pada Jessica.

 “Meski dia orang yang tenang sekalipun, depresi harusnya bisa terlihat dengan bahasa tubuh, gestur, postur, ekspresi wajah, dan intonasi suaranya,”

Walaupun berkata demikian, Kirdi tidak sepenuhnya mengatakan bahwa dengan keanehan tersebut, kita bisa menuduh Jessica sebagai pelakunya tanpa bukti kuat lainnya.

“Tapi sekaligus memberi kesan bahwa belum tentu dia tidak bersalah,” Ujar Kirdi di akhir pernyataannya.

7.Terlihat tidak panik dan sangat tenang.

Sering sekali Jessica terlihat sangat tenang bahkan menikmati saat dimintai keterangan padahal dirinya dituduh sebagai pembunuh sahabatnya sendiri.

Hal inilah yang mengundang kecurigaan Dewi P. Faeni, seorang ahli hipnoterapi.

 “Saat diwawancara, eye movement-nya sangat cepat, Mungkin sudah dilatih karena sudah tiga minggu. Jadi terbiasa,” kata Dewi.


8.Tak berempati, padahal yang meninggal adalah sahabatnya.

Setiap orang yang merasa kehilangan seharusnya merasa bersedih dan berempati, termasuk Jessica, harus nya dia bersedih karna kehilangan sahabatnya, yakni Mirna Salihin.

Tapi sampai saat ini, publik tidak melihat sedikitpun kesedihan pada raut wajah Jessica, sebaliknya, dia begitu tenang dan menikmati hal itu.

Hal ini yang mengundang ahli psikiater, Syailendra mengatakan.

 “Ada dua kemungkinan kenapa Jessica selalu terlihat tenang di depan media. Pertama, Karna dia bukan pelakunya dan kedua, karna dia sudah terbiasa membunuh. Jessica butuh tes kejiwaan, apakah dia psikopat atau bukan.”


Demikianlah 8 Alasan kenapa polisi menetapkan Jessica Wongso sebagai pelaku pembunuhan Mirna. Tapi saya pribadi belum yakin sepenuhnya bahwa Jessica lah pembunuh Mirna sebelum Jessica dites kejiwaan atau pesikolog dan pengakuan dari Jessica sendiri.

Kalo kamu bagaimana?. Apakah 8 bukti di atas sudah membuat kamu yakin bahwa Jessica telah membunuh atau sama seperti saya?.

Sumber : mudamudik.com

By Jiddan

 

Email Autoresponder indonesia