9 Siswa SMP Terbuka Sepulu Lebih Memilih Kawin Daripada Ikut UN

1133 views
Ilustrasi

Ilustrasi



Bangkalan, maduracorner.com – Sebanyak 9 siswa SMP Terbuka di Kecamatan Sepulu ternyata lebih memilih kawin ketimbang ikut ujian nasional (UN) SMP 2016.  Maklum saja, usia para siswa atau siswi tersebut sudah berumur 17-18 tahun. Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMPN 1 Sepulu, Agus Suripto kepada maduracorner.com saat memantau pelaksanaan ujian hari kedua.

 
“Dari 15 siswa SMP Terbuka, hanya 6 siswa yang ikut UN 2016. Sedangkan 9 siswa lainnya lebih memilih kawin,”terang Agus Suripto, Selasa, (10/5/2016).

Menurut Kepala SMP Terbuka di Kecamatan Sepulu ini, sistim belajar di SMP Terbuka sangat beda dengan kurikulum SMP formal lainnya. SMP Terbuka lebih memprioritaskan pelajaran olah keterampilan sekitar 70 persen dan keilmuan 30 persen di kelas. Termasuk jam pelajaran pun juga berbeda. Seperti halnya di SMP Terbuka Sepulu ini, jam pelajaran formal diberikan setiap hari minggu. Sedangkan hari selasa, rabu dan kamis lebih banyak menerapkan pelajaran keahlian di bidang menjahit dan bordir.
 
“Sayangnya, setelah 2 tahun lebih mereka bersekolah, pihak orang tua sudah tidak sabaran lagi untuk menikahkan mereka dan membawa merantau ke luar Madura”,papar Agus.

Ia menambahkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan agar mereka diizinkan dulu ikut ujian oleh orang tuanya. Termasuk meminta bantuan kepala desa setempat maupun tokoh masyarakat lainnya.
 
“Tapi tidak mempan dan orang tuanya tetap pada pendiriannya ingin menikahkan anaknya lalu dibawa merantau. Kami sudah berusaha menahan orang tuanya dan menunggu sebulan lagi anaknya ikut ujian. Tetapi tidak berhasil,”jelas Agus sambil tersenyum. (yan/mad)  

Penulis : Yayan
Editor  : Taufik el Shaarawy
Email Autoresponder indonesia