ADD Tak Bisa Cair Gara-Gara Kades Dan Sekdes Terus Berkonflik di Bangkalan

Bangkalan, maduracorner.com – Konflik yang terjadi antara kepala desa (Kades) dengan sekretaris desa (Sekdes) di banyak desa yang ada di Kabupaten Bangkalan, dianggap telah melebar kemana-mana. Sebab dari perseteruan yang tidak berkesudahan tersebut, dampaknya sangat berpengaruh terhadap pencairan bantuan alokasi dana desa (ADD). Sehingga ratusan milyar bantuan ADD untuk 273 desa di Kabupaten Bangkalan masih ngendon di bank.

Bukan hanya masalah macetnya pencairan ADD. Dampak lain termasuk akan mengganggu pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) pada Oktober 2016 nanti.

Melihat hal ini, Komisi A DPRD Bangkalan memandang perlu menggelar audiensi dengan seluruh camat di Bangkalan. Hal ini untuk meminta penjelasan dan masukan tentang kisruh antara kades dengan sekdes yang kerap tidak sejalan. Bahkan berseberangan dalam mengambil kebijakan.

“Sehingga banyak sekdes yang tidak difungsikan dan datang ke Komisi A. Mereka meminta bantuan agar bisa dipindah ke instansi lain. Sedangkan pihak kecamatan setempat sendiri mengambil keputusan dengan memindahkan sekdes yang tidak cocok dengan kadesnya dengan cara menarik kekantor camat”,papar Sekretaris Komisi A DPRD Bangkalan, Mahmudi, Senin, (30/5/2016).

“Maka kami meminta para Camat menjelaskan duduk persoalan kisruh yang terjadi antara kades dengan sekdes yang sebenarnya. Karena memindahkan sekdes lama ke kantor kecamatan dan mengganti dengan sekdes yang baru tidak akan menyelesaikan masalah,”tandasnya lagi.

Menurut Mahmudi, jika sekdes lama dimutasi , hal itu akan berpengaruh terhadap pembuatan SPJ dan APBDes. Sehingga ADD sulit dicairkan. “Karena dari 5 persyaratan pencairan ADD yang ditentukan, salah satunya adalah pembuatan SPJ harus rampung. Jika SPJ bermasalah sampai kapan pun ADD tidak akan cair”,tegas Mahmudi.

Anggota legislative asal Arosbaya ini juga mempertanyakan, mengenai anggaran biaya pembukaan pendaftaran calon kepala desa dalm pilkades serentak nantinya. Yakni akan dimulai pada bulan Juni 2016 ini. “Mau diambilkan dana dari mana? Padahal harapan satu-satunya biaya penjaringan dan pendaftaran calon kepala desa itu bisa diambil dari bantuan ADD”,cetusnya lagi. (yan/mad)

Penulis: Yayan
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia