Sempat Ricuh, Aksi Unjuk Rasa Mengecam Jabatan Ganda Aparatur Pemkab

Ricuh unjuk rasa. foto: arie/mc.com

Ricuh unjuk rasa. foto: arie/mc.com

Polisi-Demonstran Terlibat Kontak Fisik | oleh : arie

Maduracorner.com, Sampang – Demo menuntut pengusutan gaji ganda pejabat di lingkungan Pemkab Sampang berlangsung ricuh, pendemo terlibat kontak fisik dan saling dorong dengan polisi hingga ada yang cidera.

Aksi unjuk rasa itu dilakukan dari kelompok massa yang menamakan diri gerakan intelektual dan perubahan Kabupaten Sampang. Mereka meminta Bupati menindak tegas para pejabat yang menikmati gaji ganda sebagai pejabat di lingkungan Pemkab Sampang yang merangkap sebagai pejabat di BUMD Kabupaten Sampang.

Massa dari gerakan intelektual dan perubahan Sampang ini mencoba menerobos barikade polisi, namun polisi justru mendorong mundur para pendemo hingga beberapa langkah. para pendemo yang emosi mencoba melawan, akan tetapi mereka kalah kuat sehingga pendemo dipukul mundur menjauh dari pintu masuk Pemkab Sampang.

“Kami ingin menemui Bupati namun dibilang tidak ada, kami hanya ingin Bupati Fannan segera bertindak tegas terhadap para PNS yang bergaji ganda. Jadi, jangan salahkan kami jika kami memaksa masuk!” teriak korlap aksi pendemo, Rahman.

Menurut pendemo, gaji ganda para pejabat yang merangkap sebagai pengurus BUMD telah melanggar undang-undang dan harus dipidanakan. Namun hingga kini para pejabat tersebut tidak diberi sanksi apapun, bahkan diantara mereka justru menjadi Sekretaris Darah (Sekda) kabupaten.

Merasa kecewa tak bisa menemui Bupati, mereka melanjutkan aksinya ke Kantor Kejaksaan Sampang untuk melaporkan kasus korupsi gaji ganda para pejabat.(rie/krs)

 

Email Autoresponder indonesia