Aktifitas Usaha Pemotongan Kapal di Kamal Cemari Lingkungan

992 views
Aktifitas Usaha Pemotongan Kapal di Kamal-foto: Agus/MC.com

Aktifitas Usaha Pemotongan Kapal di Kamal-foto: Agus/MC.com

BLH tunggu Hasil Lab I Oleh : Agus BUdi

Maduracorner.com, Bangkalan – Usaha pemotongan kapal di desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, jumlahnya semakin meningkat, meskipun izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari pemerintah propinsi Jawa Timur (Jatim) sudah dikantongi pemilik usaha pemotongan, namun Pemkab Bangkalan menilai bahwa kegiatan tersebut sangat menghawatirkan.
Awal bulan Mei lalu BLH bekerja sama dengan salah satu laboratorium ternama di Surabaya telah mengadakan uji lab pada air disekitar lokasi usaha tersebut, namun hingga kini hasil uji lab itu hasilnya tak kunjung tiba, padahal sesuai dengan jadwal hasil lab. tersebut bisa diketahui maksimal 2 minggu kemudian. ”Gak tahu ya, sampai saat ini hasil uji laboratoriumnya masih belum datang,” terang Kepala BLH Bangkalan, Tomi Firyanto, saat ditanya mengenai hasil uji laboratorium, Jumat, (30/5)

Dikatakan Tomy, untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencemaran lingkungan yang terjadi, BLH telah melakukan uji laboratorium Biological Oxygen Demand (BOD). “Uji BOD ini untuk mengetahui tingkat pencemaran lingkungan, sedangkan Dissolved Oxygen (DO) untuk mengetahui jumlah oksigen terlarut dalam air yang berasal dari fotosintesa dan absorbsi atmosfer atau udara.
Sedangkan Chemical Oxygen Demand (COD), untuk mengetahui oksigen untuk reaksi oksidasi terhadap bahan buangan di dalam air, Katmium dan kadar logam berat,” terangnya.

Dijelaskan dia, pengambilan sampel  tidak hanya cukup dilakukan satu kali, namun harus beberapa kali. Kemudian, hasil uji lababoratorium di nilai rata-ratanya untuk bisa diketahui apakah limbah perusahaan mencemari lingkungan atau tidak.”Apabila limbah tersebut mencemari lingkungan, maka otomastis kami akan memberi teguran kepada perusahaan,” katanya

Dikatakan Tomi, Pihaknya, juga meminta kepada perusahaan dimaksud agar mengelola limbahnya dengan baik. Apabila pihak perusahaan tidak melakukan pengolahan limbah dengan baik, maka BLH akan mencabut izin amdalnya. Meskipun yang mengeluarkan izin amdal dari Provinsi Jawa Timur.

”Karena izin amdal, mekanismenya melalui  Upaya Kelola  lingkungan (UKL) dan upaya pengendalian lingkungan (UPL) dari BLH Bangkalan, kemudian diajukan ke Provinsi untuk mendapatkan izin Amdal, nah setelah uji lab, ini hasilnya sudah diketahui, kami akan beri tindakan tegas,” katanya.

Lebih lanjut Tomy menjelaskan, pada prinsipnya pencemaran lingkungan bisa di atasi, apalagi yang tercemar adalah air. Karena bagaimanapun, kondisi air memiliki kemampuan merecovery dirinya sendiri. ”Sekotor apapun kondisi air, lambat laun kotorannya pasti mengendap menjadi sedimen. Nah, setelah menjadi sedimen baru kita sedot atau disipon,” pungkasnya.(gus/shb)

Email Autoresponder indonesia