Aktivis Nilai Pengungkapan Dugaan Korupsi Adhoc Lamban

665 views
Aktivis saat audensi dengan Kejari-foto: Mustofa/MC.com

Aktivis saat audensi dengan Kejari-foto: Mustofa/MC.com

Dari 6 tersangka yang ditahan dua orang | Oleh : Mustofa El Abdy

Maduracorner.com, Pamekasan – Sedikitnya 8 orang yang mengatasnamakan Kesatuan Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK) audensi dengan Kejaksaan Negeri Pamekasan, Senin (2/6). Mereka mendesak agar kejaksaan negeri Pamekasan mengusut tuntas kasus korupsi dana Adhoc 2008.

Maimun selaku koordinator Audensi meminta agar kejaksaan negeri Pamekasan agar segera menahan tersangka lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Sebab sejauh ini baru dua orang yang ditahan. Sementara 4 lainnya dibiarkan bebas berkeliaran.

“Kita tahu dalam kasus ini kejaksaan menetapkan 6 orang tersangka. Tapi sampai saat ini hanya dua orang yang ditahan dan dilimpahkan berkasnya,” ungkap Maimun.

Maimun juga mendesak agar kejaksaan segera melakukan audit dan penyitaan terhadap kekayaan para tersangka yang dicurigai sebagai hasil dari tindak pidana korupsi. Dia berharap kejari tidak terlalu lamban dalam setiap penanganan kasus korupsi.

“prosesnya ini sangat lama sampai lima tahun. Sehingga nantinya ini membuka ruang bagi aparatur negara yang lain untuk melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pamekasan, Sudiharto melalui kasi pidsus Zamiaji Zakaria mengatakan secara tekhnis sepakat dengan apa yang disampaikan oleh aktivis. Namun menurutnya, karena masih status penyidikan sehingga pihaknya tidak terlalu vulgar yang penting kasus tersebut tuntas.

“Apakah puas atau tidak hanya ditahan dua orang, monggo silahkan saja,” tegasnya. (top/lam)

Email Autoresponder indonesia