Alat Kontrasepsi KB, IMPLANT Lebih Diminati Ketimbang IUD

1026 views

Alat Kontrasepsi KB | Oleh : Aryan

KB Klampis
Maduracorner.com,Bangkalan– Ibu-Ibu para Peserta program Keluarga Berencana (KB) di kecamatan Klampis lebih menyukai alat kontrasepsi KB jenis IMPLANT daripada alat kontrasepsi KB jenis IUD. . “Para ibu-ibu yang hendak ber-KB lebih banyak memilih IMPLANT ketimbang IUD,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Kecamatan Klampis, Sukandar, Senin (04/02).

Padahal kata Sukandar, sebelum tahun 2012, warga Kecamatan Klampis khususnya para kaum ibu yang tinggal di 22 desa, lebih banyak memakai alat kontrasepsi pil atau suntikan dalam mengikuti program ibu sehat dan Keluarga Berencana (KB).

Dalam mensukseskan keluarga sehat dan KB, lanjut dia, setiap turun atau berkunjung kedesa, pihaknya selalu menjelaskan kepada masyarakat, ikut program KB itu selain minum pil KB secara rutin setiap harinya, juga bisa melalui suntik setiap 3 bulan sekali. “Saya dan staf juga menawarkan beberapa jenis alat lainnya yang bisa dipakai ber-KB, diantaranya IUD dan IMPLANT,” tutur Sukandar.

Dijelaskan dia, IMPLANT atau sejenis susuk  (jarum) yang dibenamkan dilengan kiri ibu yang hendak ikut ber-KB dan sangat diminati oleh warga, umurnya beda dengan yang sebelumnya. Kalau dulu IMPLANT umurnya atau jangka waktu susuknya diganti dengan yang baru antara 5 sampai 10 tahun,  akan tetapi IMPLANT yang sekarang ini waktunya cuma 3 tahun setelah itu harus diganti dengan yang baru jika ibu peserta KB jenis IMPLANT. “Sekarang, ibu-ibu lebih suka memakai IMPLANT karena terbilang mudah. Syaratnya, selama 7 hari setelah IMPLANT (susuk) dipasang dilengan jangan mengangkat yang berat-berat dulu,” terangnya.

Soal tidak tercapainya target IUD tahun 2012 yang berjumlah 97 pasien dan terealisasi cuma 72 pasien. Menurut Sukandar tidak terlepas dari cara memasang IUD itu harus melalui kemaluan ibu-ibu.

Sementara ibu-ibu  yang banyak berpegang teguh pada adat dan kepercayaan dilingkungan mereka, merasa malu jika memakai cara seperti itu. “Makanya target tidak tercapai karena para pemakai alat kontrasepsi KB jenis IUD di Klampis ini kebanyakan orang yang sudah berpikiran luas dan berprofesi sebagai guru atau PNS lainnya,” pungkas Sukandar. (yan/min)