Alih Fungsi Lahan Pertanian Menjadi Perumahan Ancam Nasib Petani

Lahan Pertaniaan Semakin Menyusut | Oleh : Aryan

Maduracorner.com, Bangkalan – Semakin pesatnya alih fungsi lahan pertanian menjadi area pembangunan hunian atau perumahan di Bangkalan,dinilai dapat mengancam nasib petani. Meskipun jika dilihat dari segi ekonomi, alih fungsi lahan ini cukup menguntungkan, namun disisi lain nasib petani semakin terancam dengan tidak terkendalinya alih status lahan itu. Tak heran bila wakil rakyat di DPRD Bangkalan angkat suara dan mendesak pihak Pemkab. Bangkalan untuk secepatnya memberlakukan regulasi perlindungan lahan pertanian yang terus berkurang.

“Kami telah membahas hal ini dengan eksekutif dan sudah mengesyahkan lewat Peraturan Daerah (Perda) dengan harapan pihak eskutif turut menjaga lahan pertanian yang menurut data terakhir tinggal 40,3 ribu hektar atau 1/3 dari jumlah luas lahan pertanian semula yang ada di Kabupaten Bangkalan,” ujar salah salah anggota Komisi D DPRD Bangkalan,Imron Rosyadi, kemarin.

Menurut dia, dengan diberlakukannya regulasi itu, dimaksudkan untuk mengantisipasi semakin menyusutnya lahan pertanian yang dinilai masih produktif, perda itu juga untuk membatasi perluasan kawasan pemukiman yang selama ini dibangun diatas lahan pertanian.

“Perluasan kawasan perumahan saat ini sudah cukup menghawatirkan karena dibangun diatas lahan pertanian yang masih produktif,” paparnya.

Ditambahkan dia, anggota dewan sepenuhnya menyadari jika pengesahan Perda regulasi ini oleh sebagian kalangan dinilai sebagai payung hukum. untuk mengerem bisnis properti yang lagi marak akhir-akhir ini. Juga menepis anggapan  jika pembuatan Perda itu akan membatasi bisnis properti yang mulai berkembang di Bangkalan. Menurutnya hal itu, dilakukan semata-mata  agar warga Bangkalan secara optimal dapat memenuhi kebutuhan pangan dirumahnya sendiri.

“Pembuatan Perda itu, sama sekali tidak bermaksud untuk menghambat bisnis properti tapi semata-mata untuk mempertahankan kebutuhan pangan masyarakat Bangkalan dirumahnya sendiri,” pungkas Imron. (yan/shb).

Email Autoresponder indonesia