Angin Kencang Pengaruhi Hasil Panen

1177 views
image

petani garam

Pamekasan, Maduracorner.com – Petani garam di Desa Baddurih Kecamatan Pademawu Pamekasan mengeluhkan kualitas garam yang buruk akibat factor cuaca jelang musim panen tahun ini. Pasalnya sejak pertengahan juli hingga awal Agustus, angin kencang melanda bagian selatan Pamekasan.Menurut Sukandi, salah satu petani garam di Desa Baddurih, akibat cuaca yang tidak baik kualitas garam yang dihasikan di tambak miliknya menjadi kotor alias tercampur dengan tanah. Harga jual garam pun menjadi lebih rendah sehingga petani mengalami kerugian yang cukup besar.

”Gara-gara angin dari kemarin, garam menjadi kotor, terutama yang tidak memakai geomembran,” kata Sukandi kepada Maduracorner.com, Minggu (2/7/2015).

Sementara yang menggunakan Geomembran lanjut Sukandi hasilnya lebih bagus. Tetapi petani tidak punya biaya yang cukup untuk membeli geomembran karena untuk satu tambak harus merogoh kocek hingga sebesar Rp. 22 juta. Dan itu sangat memberatkan petani garam.

”Kalau dibiarkan tanpa geomembran, maka hasil panen terus memburuk dan kami semakin merugi,” imbuhnya.

Apalagi tambah Sukandi, sampai saat ini harga jual garam masih rendah dan tidak berpihak kepada petani. Sehingga dirinya berharap perhatian pemerintah paling tidak dengan memberikan bantuan geomembran sehingga petani bisa menghasilkan garam yang lebih baik dan harga jualnya masih tinggi.

Penulis : Fatahillah Kamali.            Editor : Gebril Altsaqib 

Email Autoresponder indonesia