Angka Stunting Kabupaten Bangkalan Terbesar Ke Empat Se Jawa Timur

Maduracorner.com, Bangkalan, Jumlah balita stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat malnutrisi kronik di Provinsi Jatim cukup tinggi.

Stunting adalah penyakit permanen dan irreversible atau tidak bisa diperbaiki, jika anak sudah melewati usia dua tahun. Sehingga kondisi tersebut mendapat penanganan serius dari pemerintah.

Sementara itu angka penderita stunting di Kabupaten Bangkalan termasuk cukup tinggi. tercatat Bangkalan termasuk urutan ke empat terbesar se Jawa Timur, Rabu, (13/11/2019).

Sehingga Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisitaif akan mendata ulang penderita stunting di Bangkalan melalui Dinas Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. Pihaknya turut prihatin dengan peringkat tersebut. Sehingga dirinya meminta Dinkes melakukan pendataan ulang terhadap para penderita stunting.

“Kalau datanya ada 3 ribu lebih. Karena itu data menumpuk belum kembali dilakukan verval,” ujarnya.

Menurut Ra Latif, saat ini Dinkes telah menurunkan bidan desa untuk mendata para penderita stunting. Para bidan turun langsung ke lapangan agar para penderita stunting dapat ditangani.

“Saat ini para bidan desa dibawah naungan dinkes telah melakukan pendataan ulang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sudiyo mengaku terus melakukan upaya pencegahan stunting. Salah satunya dengan menjamin seribu hari kelahiran tiap bayi yang baru lahir dengan asupan gizi yang mencukupi.

“Stunting itu bisa dicegah dengan pemberian asupan gizi yang cukup selama seribu hari pasca kelahiran. Dan untuk angka stunting sendiri memang setiap lima tahun sekali turun dengan sendirinya,” jelasnya. (tkn).

Email Autoresponder indonesia