Antisipasi Paham Radikalisme, WNA di Pamekasan Dapat Pengawasan Khusus

image

waspada paham radikal

Pamekasan, Maduracorner.com – Tim pengawas orang asing yang merupakan gabungan dari anggota TNI, Polri, Bakesbangpol, Kemenag dan Imigrasi melakukan pengawasan khusus terhadap warga Negara asing yang melakukan kegiatan keagamaan dan sosial di Kabupaten Pamekasan.

Pengawasan tersebut untuk mengantisipasi adanya WNA yang berupaya menyebarkan ajaran radikalisme dengan menyebarkan ajaran yang melenceng, mengajarkan ideologi yang bertentangan dengan pancasila. Serta berupaya memprovokasi masyarakat sehingga mengganggu keamanan.

”Ini kita lakukan menyeluruh terhadap warga Negara asing, baik yang melakukan kegiatan soisal maupun keagamaan, kita tidak ingin dianggap diskriminatif,” kata Dandim 0826 Pamekasan, Letkol. Arm. Mawardi, Sabtu (21/11/2015).

Dalam pengawasan itu, dari unsur TNI menyiagakan anggota baik dari bintara Pembina desa (Babinsa) atau anggota unit intelijen untuk memantau dan mengikuti seluruh kegiatan warga Negara asing selama berada di Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Kasubsie Informasi Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan, Dedy Hairil mengatakan, WNA yang melakukan kegiatan keagamaan di Pamekasan sebanyak 7 orang, mereka melakukan kegiatan dakwah dengan waktu satu sampai dua bulan.

”Mereka mengurus visa di luar negeri melalui agennya, dan disponsori oleh pondok pesantren. Mereka biasanya menetap selama 1 sampai dua bulan kemudian kembali ke negaranya,” kata Hairil.

Warga Negara asing yang melakukan kegiatan dakwah di Kabupaten Pamekasan rata-rata berasal dari India, Malaysia, Pakistan serta Bangladesh.

Reporter : Fatahillah Kamali.        Editor : Altsaqib

Email Autoresponder indonesia