Antisipasi Kesalah Pahaman, Kasek SMPN Sosialisasikan Subsidi Sekolah

tampak situasi belajar mengajar di SMPN 1 Klampis. foto : aryan/mc.com

tampak situasi belajar mengajar di SMPN 1 Klampis. foto : aryan/mc.com

BSM Untuk Siswa Tidak Mampu, BOS untuk Operasional Sekolah | Oleh : Aryan

Maduracorner.com, Bangkalan – Beragam bantuan subsidi yang dikucurkan pemerintah terhadap dunia pendidikan bukannya meminimalisir masalah tapi justru berpotensi menimbulkan masalah baru. Terutama masalah minimnya pemahaman wali dan orang tua siswa terkait bantuan BOS (bantuan operasional Sekolah) dan BSM (bantuan siswa miskin). Banyak diantara mereka yang menyamakan antara BOS dan BSM.

“Padahal kan beda, BSM diperuntukan bagi siswa yang kondisi keluarga atau ortunya memang benar-benar tidak mampu serta diperkuat rekomendasi kepala desa setempat. Sedangkan BOS adalah dana operasional sekolah yang diberi oleh pusat, dihitung sesuai jumlah siswa,” terang Kepala Sekolah (kasek) SMPN 1 Klampis, Imam Syafi’i, Kamis, (6/3).

Karena itu, sejak awal pertama dicairkan bantuan tersebut, dia mengundang para wali dan ortu siswa untuk duduk bersama sekaligus menyampaikan sosialisai tentang maksud dan tujuan subsidi bantuan tersebut.

“Alhamdulillah mas, saat ini sudah tidak ada lagi ortu yang bertanya soal perbedaan itu,” tutur Imam kepada MC.com.

Untuk diketahui, lanjut Imam, dari 259 siswa SMPN 1 Klampis yang diajukan mendapat BSM. Hanya 149 siswa yang disetujui oleh pusat memperoleh BSM dan langsung dicairkan oleh siswa yang bersangkutan di Bank Jatim Bangkalan. Sedangkan yang paling banyak disetujui memperoleh BSM oleh pusat adalah sekolah swasta yang lokasinya berada jauh dipelosok desa. “Sekolah swasta lebih banyak mendapat BSM ketimbang sekolah negeri,” pungkasnya. (yan/krs)