ASN Pemkab Bangkalan Kembali Tertangkap Nyabu

868 views

SR (kiri), oknum PNS Kominfo Bangkala ketika disidik di Ruang Unit I satreskoba Polres Bangkalan, Rabu (8/8/2018).

BANGKALAN,MADURACORNER.COM-‘Tamparan keras’ kembali diterima Pemkab Bangkalan. Lagi-lagi, Satreskoba Polres Bangkalan menangkap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), SR (45) karena menyimpan narkoba di rumah kontrakannya, Jalan Teuku Umar II Kelurahan Kemayoran, Selasa, 7 Agustus 2018 malam.

Dari penangkapan itu, polisi menyita satu kantong plastik klip berisi sabu seberat 0,52 gram, sebuah pipet kaca yang di dalamnya masih terdapat kerak atau sisa sabu dengan berat kotor 3,54 gram, seperangkat isap sabu, dan jaket warna cokelat.

Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengungkapkan, narkoba jenis sabu itu ditemukan di saku jaket yang tergantung di balik pintu kamar.

“Kami menggerebek sebuah rumah kontrakan, menemukan sabu, dan penghuninya mengaku sebagai PNS (ASN) di Kominfo,” ungkapnya, Rabu (8/8/2018)

Penggerebakan dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan pemantauan selama beberapa hari di sekitar lokasi. Penyelidikan itu sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat.

“Di rumah kontrakan tersebut sering dijadikan tempat jual beli dan mengonsumsi sabu,” jelasnya.

Di hadapan penyidik, SR mengaku serbuk kristal itu dibelinya seharga Rp 800 ribu dari seorang pria yang dikenalnya dengan panggilan Mas.

“Saya sudah memakai sabu selama tujuh tahun atau sekitar tahun 2002,” tuturnya.

Sebelumnya, Satreskoba Polres Bangkalan juga menangkap oknum ASN di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, SB (42), warga Perum Griya Abadi, Jumat (3/8/2018).

SB ditangkap tengah mengkomsumsi sabu di Desa Jaddih Kecamatan Socah.

Barang bukti yang disita berupa satu poket sabu seberat 0,41 gram, kerak sabu dengan berat kotor 3,78 gram yang masih melekat di pipet. Bersamanya, polisi menangkap MT (44), warga setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Bambang Setyawan membenarkan bahwa SR adalah stafnya.

“Iya betul. Dia staf di Bidang Jaringan Aplika,” ungkap Bambang ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Bersentuhan apalagi hingga mengkomsumsi sabu dinilai Bambang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang ASN. Karena penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu bentuk pelanggaran hukum.

“Kami memasrahkan sepenuhnya terhadap proses hukum yang berlaku. Sanksi sebagai ASN pasti ada,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com