Awal Musim Hujan, BPBD Sumenep Mulai Petakan Daerah Rawan Bencana

Atap rumah warga di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep berjatuhan akibat diterjang angin puting beliung, Rabu 7 November 2018 kemarin. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, mulai memetakan daerah rawan bencana alam yang kerap terjadi pada musim hujan.

“Pada musim penghujan beberapa bencana yang berpotensi terjadi di antaranya, angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor,” ujar Kepala BPBD Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Kamis (08/11/2018).

Dia menyebutkan, Desa Patean, Kecamatan Batuan, dan Desa Sendir, Kecamatan Lenteng rawan dilanda bencana banjir. Sedangkan, bencana longsor berpotensi melanda Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, dan Payudan, Kecamatan Guluk-Guluk.

“Untuk bencana angin puting beliung yang rawan di Desa Pinggir Papas dan Kertasada, Kecamatan Kalianget,” imbuhnya.

Namun demikian sambung Rahman,di daerah lain bukan tidak mungkin dilanda bencana angin puting beliung, seperti yang terjadi di Desa Muncek Timur, Kecamatan Lenteng, Rabu 7 November 2018 kemarin.

“Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, kami sudah desa tangguh bencana (Destana). Khususnya, di daerah-daerah yang memang memiliki potensi rawan bencana alam,” paparnya.

Rahman menambahkan, melalui desa tangguh bencana ini, diharapkan mampu melakukan langkah-langkah sejak dini dalam mengantisipasi dampak bencana. Misalnya, cara melakukan evakuasi.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya yang di dekat rumahnya ada pohon rapuh atau berpotensi mudah tumbang agar dilakukan penebangan atau pemotongan terhadap ranting atau dahannya,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa