Awal Musim Kemarau, Warga Pangarengan Mulai Kesulitan Air Bersih

image

Sebuah mobil tangki tengah mengisi air dirumah warga Dusun Galba Pengarengan

Sampang, maduracorner.com – Memasuki musim kemarau, warga Desa Pengarengan Kecamatan Pengarengan mulai merasakan kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber mata air yang biasanya di manfaatkan oleh warga setempat, saat ini mulai menipis. Tentu saja hal tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Maka untuk memenuhi kebutuhan air, warga harus membeli air seharga Rp. 105.000 hingga Rp. 110.000 rupiah per satu tangki dengan kapasitas 5000 liter. Air tersebut baik untuk berbagai keperluan. Mulai untuk konsumsi, mandi dan mencuci.

“Gimana lagi, mau tidak mau harus beli. Karena air menjadi kebutuhan sehari-hari yang vital bagi kami,”ujar warga Dusun Galba Desa Pengarengan, Hilmi kepada maduracorner.com, minggu (24/05/2015) pagi.

Menurut Helmi, untuk 5000 liter air tersebut, akan habis di gunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam waktu satu minggu. Ia pun berharap, pemerintah setempat bisa segara bertindak membantu pemenuhan air bersih bagi warga ini.

“Kalau harapan kita, semoga ada bantuan air bersih dari pemerintah secepatnya. Meskipun tidak setiap hari, biar masyarakat lebih ringan,”harapnya.

Hal yang lebih memberatkan bagi warga yang tengah mempunyai hajat. Seperti pernikahan atau selamatan. Mereka pun harus mengeluarkan biaya ekstra hingga tiga kali lipat untuk membeli air. “Karena kebutuhan konsumsi air memang banyak jika kita punya hajatan. Tentu bianya membengkak 3 kali lipat”,pungkas Hilmi. (son/mad)

Penulis : S Umar Al Farouq
Editor : Mamad El Shaarawy

Email Autoresponder indonesia