Awan Kelabu di SGB: Official Tim Menangis, Coach Arcan Iurie Sempat Pingsan

image

Coach Arcan Iurie Sempat Pingsan di Pinggir Lapangan SGB

Bangkalan, maduracorner.com,   – Kekalahan Persepam Madura United (PMU) dari Persipura Jayapura di Stadion Gelora Bangkalan jumat (5/9/2014) sore sangat tragis. Kalah tipis 1-2 dari tim tamu. Lebih menyakitkan lagi, gol kemenangan tim Mutiara Hitam terjadi 1 menit jelang laga selesai. Kekalahan ini memastikan mereka harus rela turun kasta di kompetisi 2015 mendatang.

Gol kemenangan Persipura tersebut dicetak oleh Titus Bonay. Diawali umpan crossing dari sisi kanan pertahanan PMU. Bola hanya bisa ditepis oleh kiper Firmansyah. Bola tersebut melenting ke sisi kiri kotak penalti PMU. Namun ternyata jatuh ke kaki salah satu pemain Persipura.

Kemudian bola diangkat lagi ke depan gawang PMU dan jatuh tepat di posisi Titus Bonay yang berdiri tanpa kawalan. Dengan mudah, striker Timnas Indonesia tersebut menendang masuk ke gawang. Gol! Firmansyah tak kuasa mencegah karena ia masih baruh bangun setelah jatuh karena menepis umpan sebelumnya.
 
Pemain Persipura merayakan gol di menit akhir tersebut. Coach Arcan Iurie jatuh lunglai di pinggir lapangan. Manajer PMU Achsanul Qasasi tercenung tak percaya. Nyanyian supporter tiba-tiba hening. Sementara penonton di tribun utama sisi utara mulai berulah. Botol minuman beterbangan ke lapangan. Polisi langsung bertindak tegas. Sejumlah aparat langsung naik ke atas tribun tersebut dan mampu menghentikan aksi yang lebih anarkhis lagi.

Hanya dalam hitungan detik, wasit Jerry Elly meniupkan peluit tanda laga usai. Para pemain PMU berjalan gontai. Sejumlah pemain terlihat sembab. Mata mereka memerah dan berkaca-kaca. Pelukan pemain Persipura tak mampu menghibur kepedihan mereka.

Coach Arcan Iurie lain lagi. Ia yang berusaha masuk lapangan untuk menyalami pemain, tiba-tiba jatuh pingsan. Sejumlah official tim dan panpel tampak panik. Karena pelatih asal Moldova tersebut dikhawatirkan terkena serangan jantung. Tim medis langsung dipanggil. Dan mobil ambulance pun dengan cepat disiagakan di pinggir lapangan. Namun setelah beberapa menit, pelatih yang sudah muallaf tersebut tersadarkan diri.
 
Sementara manejer tim PMU Achsanul Qasasi (AQ) tercenung. Kru maduracorner.com menyaksikannya tak beranjak dari kursi yang didudukinya di bench pemain cadangan. Secara perlahan, laki-laki asal Sumenep Madura tersebut menunduk. Matanya pun sembab memerah. Kesedihannya terlihat sangat mendalam. Annisa, putrid semata wayangnya pun terlihat sesenggukan di sampingnya.

Sejumlah orang berusaha menghibur. Presiden K-Conk Jimhur Saros datang memeluknya. Dirigen K-Conk Mimit Jenggot pun demikian. Ia malah bersimpuh di pangkuan AQ yang duduk di atas kursi. Mereka seperti menyatukan kesedihan yang sedang dirasakan keduanya.

Secara perlahan AQ bangkit dari kursinya diiringi Annisa. Dengan mata sembab dan berusaha tegar, ia menyambut tangan orang yang hendak menyalaminya. Ia pun masuk ke ruang ganti menyusul para pemain.

Usai briefing skuad PMU, mereka keluar. AQ yang berjalan paling depan masih terlihat matanya sembab. Para supporter yang menunggunya di pintu keluar VIP langsung menyalami dan mencium tangannya. Putra ulama kharismatik dan kristolog ulung KH Baha’udin Mudhari ini langsung masuk ke bus tim.

Para pemain dan semua official tim yang menyusul di belakangnya juga demikian. Keluar stadion dengan mata berkaca-kaca. Termasuk Ade Suhendra yang berjalan gontai dan menunduk. Ia seperti menyembunyikan kesedihan mendalam sekaligus merasa malu karena gagal memberi kebahagiaan pada supporter yang menyalaminya.

Saat bus tim hendak bergerak keluar parkir stadion, supporter langsung bernyanyi dipimpin dirigen K-Conk Mimit Jenggot. “Terima kasih terima kasih….. Madura ku…. Terima kasih”. Lirik ini dinyanyikan berulang ulang. AQ dan beberapa pemain hanya bisa melambaikan tangan dari dalam bus.

“Kecewa, itu sudah pasti. Siapa yang tidak sedih melihat tim degradasi. Melihat para pemain dan official menangisi kegagalan ini. Kami pun demikian. Kami tak menyangka. Karena secara kedalaman skuad dan financial, tim ini tak bermasalah”,ujar Mimit Jenggot saat ditemui di pelataran parkir SGB.
 
Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia