Bamus Dituding Sengaja Jegal PAW

648 views
Wakil Ketua DPRD dari FPKNU, H. Musyawwir. foto : krism/mc.com

Wakil Ketua DPRD dari FPKNU, H. Musyawwir. foto : krism/mc.com

 

PAW “Digantung” | oleh : krism

Maduracorner.com, Bangkalan-Penjadwalan pelantikan pengganti antar waktu (PAW) anggota DPRD kabupaten Bangkalan belum juga menemui titik terang. Salah satu calon PAW dari fraksi PKNU HM. Nasih Aschal, menuding ada upaya sistematis dari lawan politiknya agar proses pelantikan PAW dirinya tidak diagendakan.

Tudingan Ketua DPC PKNU ini bukan tanpa alasan. Sejak kosongnya satu kursi PKNU pasca sepeninggal (alm) H. Nurhasan pada triwulan terakhir tahun lalu, Badan Musyawarah (bamus) DPRD sekalipun belum pernah berancang-ancang membahas ataupun menjadwalkan proses PAW Ra Nasih, panggilan akrab Nasih Aschal.

“Bahkan hingga memasuki bulan kelima tahun ini, agenda Pelantikan PAW saya belum juga dijadwalkan bamus. Jadi total kira-kira sudah 8 bulan (PAW) saya digantung,” tuding Ra Nasih, Senin (2/5) siang.

Padahal, masih menurut Ra Nasih, seluruh persyaratan proses PAW sesuai tuntutan mekanisme sudah dia penuhi. Termasuk surat keputusan gubernur yang meresmikan namanya sebagai calon anggota DPRD pengganti antar waktu, juga sudah dia kantongi sejak bulan Februari 2013 silam.

“Dari situ, semua proses persyaratan sudah selesai. Artinya saya tinggal menunggu jadwal pelantikan PAW saja. Tapi faktanya, hingga sekarang tidak ada sedikitpun tanda-tanda bakal ada agenda pelantikan PAW di DPRD. Sempat ada rapat pembahasan Bamus, tapi mereka selalu melancarkan sejumlah alasan untuk mengulur-ulur waktu penjadwalan PAW. yang sibuk lah, padat agenda lah, pokoknya semua alasannya itu sangat tidak relevan,” terangnya.

Melihat kondisi itu, Ra Nasih akhirnya menyimpulkan pelantikan PAW dirinya memang sengaja dijegal. Bahkan asumsinya lebih jauh, kehadirannya di legislatif merupakan sebuah ancaman besar bagi lawan politiknya. Terutama mereka yang terlibat dalam proses penjadwalan PAW, khususnya anggota Bamus.

“Saya melihat ada ketakutan yang sangat luar biasa dari mereka jika saya jadi dilantik. Saking takutnya sampai harus menyusun siasat sedemikian hebat untuk menjegal saya,” tuding Ra Nasih seraya berkelakar.

Dan secara mengejutkan, Ra Nasih kemarin mendadak berancang-ancang menarik diri dari proses PAW. Fraksi PKNU mengajukan permohonan pembatalan PAW Ra Nasih.

“Melihat ketakutan mereka saya justru senang sekaligus kasian. Karena itu saya sudah meminta fraksi untuk mengajukan pembatalan proses PAW saya. Tapi jangan dikira saya berhenti untuk terus menakut-nakuti mereka,” ancam Ra Nasih.

Kepastian pembatalan itu juga diperkuat oleh Musyawwir, Wakil Ketua DPRD dari fraksi PKNU. “Memang kami telah mengajukan pembatalan (PAW), tapi itu atas dasar desakan dari beliau sendiri (ra Nasih),” tukas Musyawwir.

Di sisi lain, ketua DPRD H Ali Wahdin mengaku hingga detik ini belum menerima pengajuan resmi dari fraksi PKNU atas pembatalan PAW Nasih Aschal. Namun dia membenarkan bahwa hingga saat ini penjadwalan PAW itu sendiri memang belum ditindak lanjuti oleh Bamus.(krs)

 

Email Autoresponder indonesia