Bangunan RSUD Syamrabu Divonis Kurang Layak

804 views
kondisi bangunan disurvey utusan Setjen Kemenkeu. foto : nizamuddin/mc.com

kondisi bangunan disurvey utusan Setjen Kemenkeu. foto : nizamuddin/mc.com

Pemkab Ajukan Bantuan Pusat Rp 150 Miliar Untuk Rehab | oleh : nizamuddin

Maduracorner.com, Bangkalan – Kondisi bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syarifah Ambami Ratoh Ebuh (Syamrabu) Bangkalan divonis tak lagi layak sebagai tempat inap penyembuhan orang sakit. Hal itu dikatakan Kepala sub Divisi Analisa Kelayakan dan Manajemen Resiko Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Nanang Arifin, Rabu (28/8) kemarin.

“Sebagian besar kondisi bangunan rumah sakit Syarifah Ambami, memang  sudah cukup tua, dan kurang begitu nyaman bagi pasien,” ujarnya seusai melakukan survei kelayakan gedung RSUD Syamrabu.

Survei dari setjen Kemenkeu ini sendiri merupakan tindak lanjut dari pengajuan dana bantuan rehabilitasi Rumah Sakit oleh pemkab Bangkalan ke pusat.

“Ini merupakan tindak lanjut dari presentasi dan uji petik yang dilakukan oleh Bupati Bangkalan, Ketua DPRD, Direktur RS, Bappeda, Badan keuangan dan cipta karya di Jakarta, untuk mendapatkan dana bantuan pembangunan Rumah Sakit,” ujar Direktur RS Syamrabu dr. Yusro melalui Wakil Direktur umum dan Keuangan, Badruzaman.

Dia menambahkan, sesuai master plan, hampir seluruh unit gedung RS ini mendesak untuk direhab total. Terkecuali ruang Irna A, Instalasi Bedah Central (IBC), Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Pavilum Kartini.

“Kami, tidak bisa berkomitmen, karena penyaluran dana bantuan ini ada mekanismenya. Yang jelas sebelum memberikan bantuan dana, terlebih dahulu harus dilakukan survei data dan kondisi riil di lapangan, seperti kelayakan gedung rumah sakit, dan alat-alat kesehatan yang tersedia,” terang Nanang Arifin.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapeda Bangkalan, Sa’ad Asyari berharap, pengajuan bantuan ini disetujui oleh Pemerintah Pusat. Karena bangunan Rumah Sakit Bangkalan memang sebagian besar bangunan lama dan sudah waktunya untuk direhab.  Sedangkan pemerintah daerah masih belum bisa mengalokasikan dana yang cukup besar untuk pembangunan rumah sakit.

“Dana yang kami ajukan sebesar 150 miliyar, untuk pembangunan gedung rumah sakit dan pengembangan alat kesehatan,” ungkapnya.(nzm/krs)

Email Autoresponder indonesia