Banyak Istri Gugat Cerai Suami di Bangkalan

1070 views

Bangkalan, Maduracorner.com, Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mencatat gugatan cerai lebih banyak diajukan istri dibanding suami. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan istri mengajukan gugatan cerai.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bangkalan, dari bulan Januari sampai Mei 2020 tercatat sebanyak 371 gugatan cerai dan 260 cerai talak. Jadi laporan yang diterima PA total 631 perkara, 584 diantaranya sudah diputuskan mejelis hakim dan berujung penceraian dengan jumlah 368 cerai gugatan dan 216 cerai talak.

Sedangkan pada tahun 2019 terhitung dari januari sampai dengan mei, penggugat perempuan mencapai 376 perkara sementara penggugat laki-laki 258 perkara yang diputuskan PA Bangkalan.

Artinya, gugatan cerai yang diajukan perempuan mencapai 70 persen lebih jika dibanding gugatan yang diajukan pihak suami. Adapun penceraian itu karena Faktor ekonomi.

Humas Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bangkalan Moh. Rasid mengatakan, Penyebab pengajuan talak atau gugat (cerai) paling banyak menjadi keretakan rumah tangga merupakan dampak dari perselisihan karena, faktor ekonomi

“Faktor penceraiannya bermacam-macam, salah satunya faktor ekonomi yang dianggap kurang, apalagi saat ini kebutuhan gaya hidup semakin tinggi,” kata dia

Dalam hal ini bukan suami tidak bisa memberi nafkah, akan tetapi tidak sedikit juga istri merasa tidak cukup dengan nafkah yang diberikan suami.

“Sehingga kasus cerai gugat lebih banyak dilayangkan oleh istri dari pada kasus cerai talak yang diajukan suami,”ungkapnya, saat ditemui Maduracorner.com, Jumat (5/6/2020).

Dijelaskan Rasid, bahwa cerai gugat dalam perkara itu adalah gugatan cerai yang dilayangkan oleh sang istri kepada suaminya. Sementara cerai talak yaitu gugatan cerai yang dimohonkan oleh pihak sang suami kepada istrinya.

“Selama lima bulan ini kasus cerai gugat sudah mencapai 371 ajuan, sedangkan cerai talak 260 kasus. Memasuki bulan Juni belum ada kasus yang masuk baik cerai gugat maupun cerai talak,”ujarnya.

Ia menambahkan, selama pandemi ini pihaknya membatasi laporan perkara cerai, menururnya agar tidak terlalu ada kerumunan orang.

“Kalau yang sudah mendapatkan jadwal sidang tidak bisa dibatasi karna itu sudah keharusan untuk hadir sidang,” Pungkasnya.

Diketahui, dari faktor-faktor penyebab terjadi penceraian data Pengadilan Agama Bangkalan mulai Januari – mei 2020 berjumlah 666 kasus cerai dengan rincian karen faktor ekonomi mencapai 198, sementara kasus cerai dengan alasan tidak bertanggung jawab (meninggalkan satu pihak) 69, adapun penceraian lainnya seperti judi 2 kasus, KDRT 11, kawin paksa 3 kasus, Poligami 2 kasus, dan perselisiahan terus menerus 381. (Ris).

Email Autoresponder indonesia