Begini Keluh Kesah Guru Madin di Desa Labang ke Calon Bupati Farid Alfauzi

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan, Farid Alfauzi-Sudarmawan menggelar silaturahim dengan masyarakat Desa/Kecamatan Labang, Senin (16/4/2018). Serap aspirasi ini, dimanfaatkan guru madrasah diniyah (Madin) berkeluh kesah masalah bantuan operasional daerah (Bosda).

Ketua Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (Madin) H Imam Asy’ari mengeluhkan tidak tersedianya bantuan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk guru madin. Saat ini hanya pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang mengucurkan dana bantuan tersebut.

“Setelah dipotong-potong, dalam setahun guru madin hanya mendapat bantuan Rp 3,5 juta dari provinsi,” sesalnya.

Imam Asy’ari sangat menyesalkan adanya pemotongan bantuan yang sangat tidak mencukupi kebutuhan guru madin itu. Terlebih, bantuan dana insentif ini satu-satunya yang bisa diharapkan, karena pemkab setempat tidak menganggarkan.

“Apa komitmen pak Farid ke depan terhadap hal-hal semacam ini, dan bagaiman memajukan madrasah diniyah?,” imbuhnya.

Salah satu guru madin Sudarman menambahkan, ia meminta keseriusan pasangan calon (Paslon) Bangkalan Berani Bangkit ini benar-benar serius memberbaiki Bangkalan ke depan.

“Saya memohon untuk intensif guru madin dan guru ngaji ini jangan sampai nunggu 2 tahun,” ucapnya.

Sementara itu, Calon Bupati Bangkalan Farid Alfauzi mengaku jika terpilih di Pilkada 27 Juni 2018 akan memberantas praktik-praktik korupsi seperti pemotongan bantuan operasional dan bantuan lainnya.

“Silahkan laporkan. kalau terbuki ada pejabat melakukan pemotongan, hari itu juga akan kami pecat,” tegas politukus Hanura itu.

Bahkan, paslon nomor urut 1 tersebut berjanji untuk merealisasikan intensif guru madin dan guru ngaji tidak butuh menunggu selama 1 tahun atau 2 tahun. Caranya, dengan melakukan revolusi dan normalisasi birokrasi.

“Sejak kami dilantik, saat itu juga perubahan besar akan kami lakukan,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia