Berdampak Negatif, 8 Ormas Tolak Perayaan Valentine Day di Bangkalan

image

Aksi Tolak Valentine Day di Bangkalan

Bangkalan, maduraconer.com – Hari ini tepat tanggal 14 Februari yang lazim disebut Valentine Day. Sebagian masyarakat Indonesia utamanya kaum muda-mudi larut dalam budaya barat ini. Namun dampak negatif dari perayaan ini mulai dirasakan oleh masyarakat.

Pertimbangan inilah yang mendorong 8 organisasi kemasyarakatan dan pelajar yang tergabung dalam Forum Tunas Bangsa menggelar aksi menolak perayaan hari valentine, jumat (13/2/2014) sore kemarin. Dalam aksi yang dilakukan di perempatan lampu merah alun-alun kota Bangkalan tersebut, mereka menyuarakan penolakan terhadap budaya Valentine Day.

Selain dianggap sebagai budaya barat, mereka beralasan bahwa perayaan ini tidak mencerminkan adat ketimuran maupun serta keagamaan. Bahkan cenderung bersifat hura-hura. Yang lebih miris, momentum perayaan Valentine Day malah digunakan sebagai ajang pesta miras, narkoba hingga pesta seks kalangan muda-mudi.

Apalagi, berdasarkan survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebanyak 32% remaja usia 14-18 tahun sudah pernah berhubungan seksual. Salah satunya terjadi saat momentum Valentine Day. “Angka yang dirilis KPAI ini tentu membuat kita cemas. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua”,ujar As Shidiqi yang memimpin jalannya aksi ini.

Dengan alasan degradasi moral inilah, Forum Tunas Bangsa sepakat melakukan kampanye untuk menolak perayaan Valentine Day tersebut. “Aksi kita ini pada dasarnya memang mengajak pada semua bahwa perayaan Valientine Day tidak sesuai dengan pola pikir dan adat ketimuran serta jauh dari ajaran keislaman kita”,terang As Shidiqi.

Nur Aida Rahmawati, salah seorang warga sekaligus ibu rumah tangga yang ikut aksi ini menuturkan, dirinya memang merasa miris dengan aktivitas Valentine Day. Menurutnya, perayaaan ini lebih banyak menimbulkan sisi negatif daripada sisi positifnya pada anak muda.

“Miris sekali kalau melihat fenomena ini ya. Apalagi yang saya dengar ada pembagian coklat-coklat dalam bungkusan yang di dalamnya ada kondom. Ini seolah-olah mendorong anak muda kita melakukan hal yang tidak selayaknya saat momen Valentine Day”,ucap Nur Aida Rahmawati dengan mimic serius. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia