Berhatilah-hatilah Pak Kades, Anggaran BDD Jangan Dibuat Mainan!

image

Sosialisasi Kebijakan Dana Desa

Bangkalan, maduracorner.com – Dirjen Perimbangan Keuangan dari Kementerian Keuangan RI, Rukijo berharap, bantuan dana desa (BDD) dari pusat jangan dibuat mainan. Hal tersebut disampaikan Rukijo kepada  273 kades di Kabupaten Bangkalan saat memberi sambutan pada acara Sosialisasi Kebijakanan Dana Desa, di gedung Rato Ebhu Bangkalan, jum’at (27/11/2015). 

Menurut Rukijo, adanya undang-undang desa saat ini menandakan kedudukan desa diperkuat dan desa diberi kewenangan lokal. Pengucuran BDD tersebut dilakukan, sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan pemerintahan desa. “Kami harap kepada para kades agar berhati-hati. Karena semakin besar BDD yang diterima, maka semakin besar pula tanggung jawab dan masalah yang ditimbulkan,”sarannya.

Rukijo juga menjelaskan, setiap desa menerima BDD sebesar Rp 287 juta untuk tahun 2015 ini. Pada  tahun 2016, minimal Rp 630 juta dan 2017 nanti sebesar Rp 1 milyar lebih. “Pergunakan BDD sebaik mungkin. Terutama untuk membangun irigasi dan jembatan,”tegas Rukijo.

Sementara itu, Wabup Bangkalan, Ir.KH. Mondir Rofi’i dalam kata sambutannya mengatakan, dari Rp 79 milyar lebih BDD yang dikucurkan pemerintah pusat ke Bangkalan, saat ini baru terserap Rp 55 milyar lebih. Dengan kata lain, masih sisa Rp 23 milyar lebih atau sekitar 20 persen.

“Kami harap dengan adanya BDD pusat, kedepan nanti desa-desa yang ada di Kabupaten Bangkalan semakin mandiri. Termasuk simpul-simpul perekonomian tidak hanya berkembang di kota saja, tetapi desa juga semakin maju dan skill pemerintah desa semakin baik,”papar pria yang akrab disapa Ra Mondir ini.

Ra Mondir juga menjelaskan, Pemkab Bangkalan sudah berupaya untuk mempersiapkan ratusan desa di Kabupaten Bangkalan agar bisa mandiri dan lebih diberdayakan. Juga menyediakan tenaga pendamping serta memberi bimbingan bagi kepala desa dalam membuat RPJMDes dan APBDes.

Tidak hanya itu, dari hasil monitoring dan laporan petugas di lapangan, disebutkan bahwa kebanyakan BDD yang diterima setiap desa di Bangkalan digunakan untuk membuat infrastruktur jalan desa. Yakni jembatan untuk mobilisasi ekonomi desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, memanfaatkan sumber daya alam dan penanggulangan kemiskinan. “Dana yang didistribusi pusat ke desa akan diaksanakan sesuai aturan main dan diawasi Camat,”tandas Ra Mondir. (yan/mad).

Penulis : Aryan
Editor  : Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia