Bermodal Tali Sumur, Residivis Curas Kabur Dari Rutan Bangkalan

image

Anton Purwanton Kabur Dari Sel Narapidana Rutan Bangkalan

Bangkalan,maduracorner.com – Seorang narapidana rumah tahanan (rutan) Bangkalan kabur hanya dengan bermodalkan tali sumur. Sang napi sekaligus residivis berbagai kasus pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut bernama Anton purwanto, warga desa Durin Barat, kecamatan Konang, Bangkalan.

Kepala Rutan Bangkalan Harry Winarca mengatakan, Anton berhasil kabur minggu (15/2/2015) siang lalu. Kelengahan sipir yakni saat waktu pergantian penjaga dimanfaatkannya dengan baik. “Sekitar jam 12 saat pergantian sift penjagaan”,kata Harry saat ditemui di ruang lobby Rutan Bangkalan, selasa (17/2/2015) siang.

Dari pemeriksaan sementara, Anton berhasil meloloskan diri dengan memakai tali sumur sepanjang 1,5 meter. Tali ini lalu disambung dengan kain sarung yang sudah dipersiapkannya. Sambungan inilah yang digunakan oleh Anton untuk meloncati tingginya pagar tembok rutan. Dan diduga, sang napi sudah mempelajari serta memperhitungkan dengan baik waktu yang tepat serta cara meloloskan diri ini.

Terkait kelalaian aparatnya, Harry Winarca menegaskan, pihaknya akan memberi sanksi bagi setiap petugas yang saat kejadian sedang melakukan penjagaan. “Yang jelas, pasti ada sanksi setelah dilakukan pemeriksaan internal. Sanksi tersebut tergantung dari tingkat kelalaiannya. Sanksi tertinggi tentu saja pemecatan”,tegas pria yang sudah setahun menjadi pimpinan Rutan Bangkalan ini.

Anton Purwanto sendiri divonis 2 tahun 2 bulan oleh Pengadilan Negeri Bangkalan atas kasus curas yang dilakukannya. Ia ditahan sejak bulan november 2013 silam.

Saat ini, pihak Rutan Bangkalan sedang melakukan perburuan terhadap yang bersangkutan dengan dibantu polisi setempat. Narapidana ini diduga masih bersembunyi di wilayah Bangkalan atau setidaknya belum keluar dari Madura. “Do’akan semoga cepat tertangkap lagi”,pungkas Harry sambil tersenyum.

Sementara dari data yang ada, Anton Purwanto juga pernah mendekam di balik jeruji besi pada sejumlah rutan maupun lapas daerah lain di Jawa Timur. Selain Bangkalan tentunya. Diantaranya pernah menjalani hukuman di Gresik, Tuban dan di Medaeng Surabaya. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia