Bocah Perokok Dari Kecamatan Kamal

690 views

sehari habiskan 3 bungkus rokok  | oleh: A.Shohib

 

Rian Saputro Bocah Perokok-foto : A.Shohib/MC.com

Rian Saputro Bocah Perokok-foto : A.Shohib/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan– bayi dibawah lima tahun (balita) Rian Saputra (2,5)  warga desa Gili Anyar kecamatan Kamal kabupaten Bangkalan memilki kebiasan buruk, bocah  itu suka merokok,bahkan dalam sehari bisa putra pasangan Nawar dan Mistiani itu bisa mengabiskan 3 bungkus rokok filter.”Kadang dalam sehari bisa habis 3 bungkus pak, kalau ngak diberi rokok, dia ngamuk-ngamuk,” kata Nawar (32) ayah kandung Rian Saputra, Kamis (9/01).

Dikatakan Nawar, kebiasan merokok anaknya itu berawal ketika Rian berumur 1 tahun,pada waktu itu ada seorang tamu dirumahnya, kebetulan tamu itu merokok, setelah menyulut rokoknya kemudian tamu itu meletakkan diasbak, pada saat tamu itu pulang Rian langsung mengambil dan menyedotnya.”Sejak saat itu, anak saya seperti udah kecanduan merokok,” jelas Nawar.

Meskipun merokok sudah hampir satu tahun lebih kata Nawar,namun dia tidak melihat perubahan kondisi kesehatan anaknya.”Kayaknya semakin sehat saja, karena kalau ngak diberi rokok dia malah nangis dan terpaksa setiaphari saya belikan ke toko, sementara saya sendiri ngak meroko,” kata Nawar yang berpfofesi sebagai pedagang barang-barang antik itu.

Bahkan kata Nawar, ketika Rian bermain dan ditengah perjalanan melihat orang merokok,Rian langsung pulang dan minta rokok.”Kalau melihat orang merokok, anak saya ini pasti minta rokok. Agar tak terlalu sering merokok, biasanya dia kita juga beri permen sebagai ganti merokok, tapi setelah makan permen ya tetap minta rokok,” tuturnya.

Terpisah, Camat Kamal, HM Faisol mengaku prihatin melihat kondisi Rian Saputra yang sudah kecanduan rokok dalam usia balita. “Saya  sangat prihatin sekali,” kata Faisol.

Oleh sebab itu kata Faisol, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengunjungi rumah balita perokok itu bersama tim dokter dari puskesmas kecamatan Kamal.”Kita akan lakukan pemeriksaan kesehatan dia,kemudian kasus ini  akan kami laporkan ke dinkes  supaya di lakukan tndak lanjut,” pungkas Faisol (shb)

Email Autoresponder indonesia