BPBD Bangkalan Kesulitan Anggaran Tangani Banjir Blega, Ajukan Rp 1,7 M Di Tolak

 

terkendala anggaran     | oleh : A.Shohib.

 

setiap banjir jalan raya Blega selalau terendam-Foto : A.Shohib/MC.com

setiap banjir jalan raya Blega selalau terendam-Foto : A.Shohib/MC.com

Maduracorner.com, Bangkalan–  800 Kepala Keluarga (KK) di 8 dusun di Desa Blega kecamatan Blega kabupaten Bangkalan masih harus bersabar dan siap menjadi langganan banjir kiriman setiap musim hujan. Pasalnya  Badan penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Bangkalan masih kesulitan anggaran untuk menangani masalah Banjir musiman itu. “Kami sudah mengajukan dana Rp 1,7 M kepada BNPB, untuk perbaikan darurat, tapi kita hanya mau dikasih Rp 900 juta, kita tolak karena anggaran itu tidak cukup,” kata Kepala BPBD Bangkalan, Wahid  Hidayat, Rabu (20/03).

Dijelaskan dia, dana yang diajukan itu rencananya untuk pengerukan sungai Blega dan Pembuatan tebing. “Untuk penanganan darurat dengan dana Rp 900 juta itu ngak cukup dan waktunya juga ngak nututi, makanya dana untuk penanganan darurat itu tidak kita terima,” jelas wahid Hidayat.

Namun imbuh Wahid Hidayat, selain mengajukan anggaran untuk penanganan darurat, BPBD Bangkalan juga telah mengajukan dana Rehabilitasi dan Kontruksi sebesar Rp 6 Milyar ke BNPB pusat. “Jika nanti pengajuan anggaran itu disetujui, insya Allah masalah banjir Blega bisa ditagani secara optimal,”tuturnya.

Lebih lanjut Wahid Hidayat menjelaskan, kerusakan yang diderita masyrakat Blega setiap banjir antara lain; Drainase banyak yang rusak, kaki jembatan, 1 SDN, masjid dan Kantor Polsek Blega. “Jadi untuk mengatasi banjir di Bleega tanggul dan pengerukan sungai. Ini  mau tidak mau harus dilakukan, agar air tidak sampai mengenangi jalan raya, sebab kalau banjir air di jalan itu samapi 7 meter kedalamannya,” kata Wahid Hidayat.

Hafid salah seorang warga desa Blega mengatakan, banjir di desa Blega itu tidak hanya terjadi pada musim hujan saja, akan tetapi desa Blega juga terendam ketika air laut pasang yang biasanya terjadi pada bulan 10. “Kalau pada musim hujan itu banjir kiriman pak, kalau air laut pasang kita juga sering kebanjiran,” tukas Hafid.

Hafid mengharpkan agar pemkab Bangkalan bisa segera mengatasi masalah banjir di desa Belga tersebut. “Harapan kita Waduk blega harus segera dibangun, jika Waduk dibuat, saya yakin banjir Blega akan tuntas,” pungkas Hafid. (min).

 

Email Autoresponder indonesia