Bunyi Petasan Marak Di Bulan Ramadhan, Polres Bangkalan Giatkan Razia

image

Polisi Memeriksa Tumpukan Kardus Milik Penjual Kembang Api

Bangkalan, maduracorner.com – Maraknya bunyi petasan atau mercon saat bulan ramadhan, membuat aparat kepolisian makin mengintensifkan razia, selasa (23/6/2015) sore. Razia yang melibatkan personil Polres dan Satpol PP Bangkalan ini menyasar para penjual di sekitar alun-alun kota. Baik pedagang kaki lima maupun toko-toko penjual kembang api.

Menurut polisi, pengawasan terhadap penjualan petasan ini dikarenakan makin banyak bunyi petasan yakni di malam hari. Terutama saat warga melakukan shalat taraweh maupun tadarussan di masjid. “Tentu saja, bunyi petasan ini sangat mengganggu. Kami kerap mendapat keluhan dari warga”,ungkap Kasat Sabhara Polres Bangkalan, AKP Bidaruddin kepada maduracorner.com di sela-sela razia.

“Jadi yang kami lakukan ini, semata-mata untuk lebih memberi kenyamanan dan ketenangan saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan”,sambungnya.

Selain menganggu ketenangan beribadah, petasan tersebut juga berbahaya. “Karena termasuk bahan peledak yang dilarang oleh undang-undang”,tegas mantan Kapolsek Arosbaya ini.

Saat melakukan razia di salah satu toko di perempatan lampu merah Cokro, polisi memeriksa satu persatu tumpukan kardus milik penjual kembang api. Karena biasanya, petasan disembunyikan atau tidak dijual bebas. Produk petasan tersebut baru dikeluarkan jika ada pembeli yang bertanya hendak membeli.

Beruntung, tidak ada satu pun penjual yang terjaring razia petasan ini. Semua pedagang menyatakan hanya menjual kembang api saja yang tidak berbahaya. “Kami memang tidak menjual mercon, pak. Yang kami pajang dan kami jual hanya kembang api”,tutur Munaroh, salah seorang penjual kembang api di sekitar alun-alun.

Selain penjual petasan eceran, polisi rencananya akan segera melakukan razia langsung ke pihak produsen atau pembuat petasan lokal yang ada di Bangkalan. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia