Bupati Bangkalan Menyesalkan Dua Pejabat Tersangkut Tindak Pidana Korupsi

Maduracorner.com, Bangkalan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Mulyanto Dahlan dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Syamsul Arifin yang terjerat tindak pidana korupsi pengadaan kambing etawa direspon Bupati Bangkalan.

Ra Latif sapaan akrabnya menyayangkan tindakan dua pejabat yang terjerat tindak pidana korupsi tersebut. Pihaknya juga menyesalkan dan merasa prihatin karena sudah menyalahi wewenang yang diemban sehingga melanggar undang undang.

“Saya sangat menyesalkan dan prihatin atas kejadian tersebut dan mudah mudahan ini menjadi pelajaran bagi pejabat yang lain agar selama bekerja tidak menyalahi kewenangan sehingga melanggar undang undang yang ada,” ujarnya, Sabtu, (03/08/2019).

Pihaknya selaku Bupati Bangkalan mengatakan akan mengambil langkah untuk kedua pejabat tersebut yang menjadi tersangka agar pimpinan dinas yang ditempati sekarang dapat terus berjalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga tidak terbengkalai.

“Hari ini kita akan mengambil langkah siapa nanti yang menempati posisi jabatan kedua kadis yang telah menjadi tersangka tersebut,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan sebagai warga yang baik, semoga asas praduga tidak bersalah harus juga di kedepankan.

“Dan mudah mudahan selama menjalani proses hukum dua pejabat yang sudah menjadi tersangka tersebut benar benar kooperatif,” terangnya.

Mantan Wakil ketua DPRD Bangkalan itu juga berharap, kejadian seperti itu tidak terulang lagi. karna menurutnya, kejadian seperti itu bisa menghambat kerja pemerintah Kabupaten Bangkalan.

“Terkait dengan sanksi pemerintah terhadap pejabat yang terbukti melakukan korupsi maka akan diproses sesuai dengan perundang undangan namun kami sampai saat ini masih menunggu proses hukum dan menunggu dari Kejaksaan dan pengadilan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar mengormati proses hukum. Pihaknya pasrahkan kepada Kejaksaan dan pengadilan.

“Kita menghormati proses hukum yang ada, kita tunggu saja nanti di pengadilan seperti apa putusannya. Kalau dua tersangka itu terbukti bersalah maka surat keputusan bersama menteri yang menerangkan apabila terdapat ASN tersangkut dalam perkara korupsi maka diberhentikan dengan tidak terhormat,” pungkasnya (tkn)