Bupati Minta KPU Bangkalan Mewaspadai Gencarnya Kampanye Golput

Bupati Bangkalan, Ra Momon saat bersama anggota KPU Pusat, Arief Budiman-foto: Aryan/MC.com

Bupati Bangkalan, Ra Momon saat bersama anggota KPU Pusat, Arief Budiman-foto: Aryan/MC.com

Partisipasi Warga Dalam Pemilu Semakin Rendah | Oleh : Aryan

Maduracorner.com,Bangkalan – Bupati Bangkalan,RK.Muh.Makmun Ibnu Fuad berharap kepada KPUD Bangkalan agar senantiasa mewaspadai gencarnya kampanye golput yang sangat teroganisir, serta adanya isu – isu provokatif yang dihembuskan oleh orang atau kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab yang intinya menyudutkan pemerintah dan khusus nya KPU beserta jajarannya. Dugaan adanya kampanye golput itu diperkuat dari hasil pengamatan dilapangan.

Akhir – akhir ini disinyalir adanya kecendrungan partisipasi masyarakat dalam pemilu semakin rendah akibat terpengaruh oleh adanya kampanye golput tersebut. Sehingga dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat diwilayah kecamatan, kelurahan dan desa terhadap penyelenggaran pemilihan umum. “Kami minta KPUD Bangkalan selalu waspada terhadap gencarnya kampanye golput,” ujar Bupati termuda di Indonesia yang akrab disapa Ra Romon pada acara Bimbingan Tehnis (Bintek) dan Konsolidasi Dalam Rangka Persiapan Penyelenggaraan Pemilu DPR, DPD dan DPRD Tahun 2014 Bagi PPK PPS, dan KPPS se-Kabupaten Bangkalan yang digelar KPUD Kabupaten Bangkalan di GOR Saka Bangkalan, Sabtu, (22/3).

Oleh karena itu, melalui acara bintek dan konsolidasi kali ini dia meminta pelaksanaan pileg 2014 akan mengalami perbaikan agar Jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama ditempo dulu. Maka dari itu perbaikannya harus digagas dan kuncinya adalah mengevaluasi kembali pengalaman masa silam, pada pemilu tahun ini pihaknya mengharappkan, pemilu yang berkualitas penuh dengan segala macam prestasi dan mampu mendatangkan kebaikan bagi rakyat.
“Pelaksanaan pemilu nanti harus lebih baik dari sebelumnya dan kuncinya adalah mengevaluasi kembali pengalaman masa silam,” paparnya.

Pada ksemparan itu, Bupati menghibau demi terwujudnya pelaksanaan pemilu yang jujur, adil dan cermat dengan menjunjung tinggi integritas, kapabilitas dan
akuntabilitas serta menjaga tegaknya demokrasi dan keadilan demi terselenggaranya pemilu yang luber dan jurdil.

Untuk diketahui, kata Ra Momon, pelaksanaan pemilu 2014 terdapat perbedaan dengan pemilu 2009, diantaranya jumlah parpol peserta pemilu, jumlah pemilih, jumlah kursi di DPRD Kabupaten Bangkalan. Juga cara pemilihnya tidak lagi dengan cara memberi tanda atau mencontreng. Akan tetapi kembali dengan cara mencoblos. “Jumlah kursi DPRD Bangkalan yang akan diperebutkan oleh 12 parpol kontestan pada pileg 2014, sebanyak 50 kursi, bertambah 5 kursi dibandingkan dengan pileg 2009 yang jumlahnya 45 kursi,” pungkasnya. (yan/shb)

Email Autoresponder indonesia