Bupati Pamekasan Dinilai Seenaknya Menutup Tempat Karaoke

435 views

Pengusaha tempat karaoke di Kabupaten Pamekasan menunjukkan bukti kelengkapan dokumentasi izin operasional. (FOTO: Nanang Sufianto)

PAMEKASAN, MADURACORNER.COM- Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menutup semua tempat karaoke, Selasa (1/1/2019). Penutupan yang dimpimpin Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja’e ini, dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat.

Namun, penyegelan tempat karaoke di sejumlah lokasi itu menuai reaksi kekecewaan dari pemilik usaha hiburan malam di Kota Gerbang Salam tersebut. Apalagi, Pemkab Bangkalan tidak mengeluarkan surat pemeberitahuan sebelumnya.

“Bupati Pamekasan seenaknya saja melakukan penyegelan terhadap semua tempat usaha karaoke yang masih mengatongi izin operasional,” kecam pemilik King Wan’s Karaoke, Moh Wawan Erliyanto kepada awak media.

Bahkan, Wawan menilai penyegelan tempat karaoke tersebut merupakan sikap pemaksaan dan tentunya sangat tidak bijaksana. Terlebih, Kabupaten Pamekasan bukanlah daerah yang memberlakukan sistem otonomi daerah.

“Kami bukan tidak mendukung kebijakan bupati, tapi caranya harus bijaksana. Seharusnya, pentupan dilakukan setelah revisi peraturan daerah (Perda) lama ke yang baru itu seleaai dibuat,” keluhnya.

Perlu diketahui, penutupan tempat karaoke di hotel Putri, karaoke Pujasera, dan karaoke Cafe Kampung Kita tersebut, merujuk pada hasil musyawarah Bupati Pamekasan bersama musyawarah pimpinan daerah (Muspida).

Saat penyegelan berupa penempelan stiker, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam didampingi wakilnya Raja’e dan juga Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo, termasuk perwakilan NU, Muhammadiyahh, MUI, FKUB, LPI dan FPI. (*)

Penulis: Nanang Sufianto

Editor: Riyan Mahesa