Catat…! Jumlah Janda Di Bangkalan Capai 931 Wanita

Foto ilustrasi

BANGKALAN, Maduracorner.com, Angka perempuan yang berstatus Janda di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Madura tahun 2022 mencapai 931 orang.

Angka tersebut sesuai dengan data cerai gugat yang diputus oleh Pengadilan Agama (PA) Bangkalan sejak bulan Januari 2022 sampai bulan Agustus 2022.

Bacaan Lainnya

Humas Pengadilan Agama (PA)  Drs. H. Farihin mengatakan, Jumlah perkara perceraian yang diterima oleh Pengadilan Agama Bangkalan dari Januari 2022 hingga Agustus 2022 sebanyak 931 perkara.

“Untuk cerai talak 356 perkara dan untuk cerai gugat 575 perkara, memang lebih banyak cerai gugat (cerai yang diajukan mempelai istri),” kata H. Farihin, Kamis (11/8/2022).

Menurutnya, faktor penyebab terjadinya perceraian yang paling dominan yaitu dikarenakan adanya perselisihan dan pertengkaran secara terus-menerus.

“Memang banyak faktor ada yang disebabkan zina, mabuk, menghisab candu (madat), judi, ada yang masalah ekonomi, ada juga masalah Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan meninggalkan salah satu pihak. Cuman, yang paling banyak itu adalah perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus,” paparnya.

Lebih jauh, H. Farihin sapaannya menyampaikan, rata-rata orang yang mengajukan talak ke PA Bangkalan berusia 30 sampai 40 tahun. Bahkan, ada pula yang menimpa pada usia muda.

“Ada yang umur 20 tahun, bahkan ada yang karena dijodohkan itu sama-sama tidak mau, karena paksaan dari orang tua. Akhirnya, mereka mengajukan telak kesini,” tutur dia.

Farihin juga mengimbau, bagi orang tua yang ingin menikahkan anaknya harus dicukupkan umur dan terlebih dahulu jangan terburu-buru untuk disatukan menjadi keluarga.

Sebab, jika usia anak tidak cukup umur lalu dinikahkan, maka akan berpengaruh terhadap kesiapan mental, yang nantinya bila tidak siap mentalnya akan berujung dengan perkara perceraian.

“Biasanya alasan orang tua itu menikahkan anaknya karena sudah sering keluar berdua bareng. Dinikahkan takut ada hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya minta dispensasi kawin ke sini padahal ada yang masih belum cukup umur,” tutupnya (Ris)

Pos terkait