Catatan Pildun 2014 (Bagian 1): Brazil – Argentina, Wakil Amerika Latin di Semifinal

Piala Dunia Brazil (illustrasi)

Piala Dunia Brazil (illustrasi)


 

Mereka Bakal Menghadapi Jerman dan Belanda | Oleh Mamad el Shaarawy
maduracorner.com, Bangkalan – Babak perempat final Piala Dunia 2014 usai sudah. 4 tim terbaik pun sudah memastikan maju ke babak semifinal. Mereka adalah tim-tim yang dikenal sebagai negara dengan talenta-talenta hebat di lapangan sepakbola. Yakni Brazil, Jerman, Belanda dan Argentina.

Dari keempat tim tersebut, hanya Belanda yang belum pernah sekalipun mencicipi nikmatnya mahkota juara dunia. Sementara Brazil sudah 5 kali juara, Jerman dengan 3 gelar dan Argentina 2 kali menjadi kampiun pagelaran turnamen akbar tersebut.

Dalam catatan kami, Brazil merebut gelar pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002. Ya, Selecao terakhir kali menjadi kampiun 12 tahun lalu saat pagelaran Piala Dunia dihelat pertama kali di Asia, Korea Selatan – Jepang. Selain 5 kali juara, mereka juga pernah 2 kali jadi finalis pada tahun 1950 dan 1998. 

Dua kali main di partai puncak namun gagal juara tersebut diwarnai hal yang sangat menyakitkan bagi publik Brazil. Pada tahun 1950, digadang-gadang sebagai tim juara. Apalagi mereka sempat menghancur leburkan Spanyol dan Swedia masing-masing dengan skor 6-1 dan 7-1. Padahal kedua tim tersebut merupakan tim hebat di era itu.

 
Namun apa daya, di laga pamungkas sang tuan rumah dibekuk Uruguay. Skor tipis 2-1 untuk kemenangan Uruguay tersebut membuat hening 210 ribu supporter Brazil yang memadati Stadion Maracana, Rio de Janeiro. Keheningan karena pedih melihat skuad kebanggaannya dihabisi di kandang sendiri yang secara sarkastis disebut sebagai kuil sepakbola masyarakat Brazil.
 
Yang perlu dicatat pula, 210 ribu supporter Brazil yang memenuhi Maracana tersebut merupakan jumlah penonton sepakbola terbanyak hingga saat ini. Tragedi yang terjadi di Stadion Maracana inipun dikenal dengan sebut Maracanazo. Presiden FIFA saat itu, Jules Rimet menggambarkan tragedi tersebut sebagai: “Keheningan mencekam, ada beban yang luar biasa mendalam”.

Sementara kegagalan Brazil di tahun 1998 akibat fenomena pemain hebat Perancis keturunan Aljazair, Zinedine ‘Zizou’ Zidane. Sejak awal turnamen major ini, Brazil memang kembali digadang-gadang bakal keluar sebagai kampiun. Penyebabnya tentu berkaca pada skuad yang menghuni tim Samba. Hampir di semua lini, skuad Brazil diisi pemain-pemain berlabel Super Star!

 
Siapa tak kenal Ronaldo Nazario da Lima, striker hebat milik tim Samba saat itu. Pemain yang dijuluki Il Phenomenon atau sang fenomenal ini memiliki kemampuan lengkap sebagai pemain depan. Kecepatan, drible bola yahud serta haus gol. Kedua kaki dan kepalanya sama-sama memiliki potensi besar untuk menciptakan gol. Ia adalah ikon sepakbola dunia masa itu. Ia ditemani pemain depan yang juga bertehknik tinggi, Rivaldo Barbosa Fereira.

Di barisan tengah dan belakang, Brazil dihuni para midfielder dan defender yang diidamkan semua pelatih sepakbola. Mulai dari Marcos Cafu, Roberto Carlos, Aldair, Ze Roberto hingga Leonardo de Araujo. Tapi apa lacur, para pemain hebat ini ditekuk skuad Perancis yang sedang bagus-bagusnya. Tim Ayam Jantan merengkuh gelar untuk pertama kalinya sebagai kampiun Piala Dunia berkat sumbangsih para pemain-pemain mereka yang juga sedang bersinar. Namun tentu yang paling fenomenal adalah aksi sang bintang Zinedine Zidane. Brazil pun dihancurkan Perancis dengan 3 gol tanpa balas oleh Zidane (2 gol) dan Emmanuel Petite.


Sementara wakil Amerika Latin lainnya di semifinal Piala Dunia 2014 adalah Argentina. Tim Tango maju ke babak 4 besar setelah mengkandaskan wakil Eropa, Belgia, di babak perempat final. Jika dibandingkan Brazil, prestasi negara Diego Armando Maradona ini kalah jauh. Mereka baru mengoleksi 2 gelar kampiun. Yakni tahun 1978 dan 1986.

Saat menjuarai Piala Dunia 1978, skuad La Seleccion yang dilatih oleh Cesar Luis Menotti memukul tim total football Belanda dengan skor 3-1. Sementara bintang mereka saat itu adalah Mario Kempes, pemain yang di era 1990-an sempat memperkuat Pelita Jaya di Liga Indonesia. Sedangkan saat juara 1986, Diego Maradona tampil sebagai fenomena dari tim yang dilatih Carlos Bilardo tersebut mengalahkan Jerman Barat dengan skor ketat, 3-2. Mereka kembali menembus final pada tahun 1990 di Italia. Sayang, di partai puncak mereka dipecundangi tim yang mereka kalahkan 4 tahun sebelumnya, Jerman Barat.

Babak semifinal Piala Dunia 2014 akan digelar 9 Juli 2014 mempertemukan Brazil vs Jerman. Sementara laga semifinal lainnya dilakukan sehari kemudian antara Argentina vs Belanda. Siapa yang bakal lolos ke partai puncak? Apakah wakil Amerika Latin vs wakil Eropa? Kita tunggu saja. (Bersambung ke Bagian 2)

Email Autoresponder indonesia