Catatan Pildun 2014 (Bagian 10/Terakhir): Simpati Bintang Lapangan Hijau Untuk Palestina

http://www.maduracorner.com/wp-content/uploads/2014/07/Bung-Karno-Tentang-Palestina.jpg

http://www.maduracorner.com/wp-content/uploads/2014/07/Bung-Karno-Tentang-Palestina.jpg

Timnas Indonesia Juga Menolak Lawan Israel | Oleh Mamad el Shaarawy
maduracorner.com, Bangkalan – Pagelaran Piala Dunia 2014 tahun ini bersamaan dengan bulan Ramadhan. Namun bukan itu sebenarnya yang sangat menghentak dunia Isla. Peristiwa lain terjadi di Timur Tengah, Palestina. Pada waktu yang hampir bersamaan dengan laga semifinal Jerman lawan Brazil, wilayah Gaza di Palestina kembali dibombardir secara massif oleh pesawat tempur dan artileri pasukan aggressor Zionis tersebut.

Maka diantara gegap gempita sepakbola ini, dunia pun berduka. Utamanya umat Islam tentu. Bahkan sebagai bentuk solidaritas, Timnas Algeria (Aljazair) yang dihuni para pemain muslim langsung menyumbangkan hadiah mereka ke warga Gaza dalam bentuk fresh money. Hal yang sama dilakukan oleh bintang Timnas Jerman, Mesut Ozil. Usai menghantarkan negaranya Juara Piala Dunia 2014, Ozil mempersembahkan hadiah uangnya sebesar 300 ribu euro plus 150 ribu euro dari Assosiasi Sepakbola Jerman untuk warga Gaza. Inilah salah satu bentuk solidaritas nyata dari bintang lapangan sepakbola untuk masyarakat Palestina yang terjajah oleh Israel.

Bentuk solidaritas terhadap Palestina ini sudah lama dan sering dilakukan oleh para pemain sepakbola. Tercatat juga bintang Real Madrid asal Portugal Christiano Ronaldo pernah melakukan yang sama. Selain sering melontarkan suara simpatik untuk Palestina, Ronaldo pernah secara nyata menyumbangkan uang sebesar 1,4 juta euro (16,77 milliar rupiah) untuk Gaza pada tahun 2012.

 
Bahkan ia pernah bersikap tegas atas Israel. Momen tersebut terjadi kala laga Pra Piala Dunia Grup F Zona UEFA pada 22 Maret 2013 lalu di Israel. Pertandingan mempertemukan Timnas Israel menjamu Timnas Portugal. Di akhir laga, salah seorang pemain Israel meminta jersey Ronaldo untuk ditukar dengan miliknya. Secara halus, sang bintang yang merupakan sahabat karib Mesut Ozil ini menolak permintaan pemain tuan rumah tersebut!
 
Seperti yang dikutip dari Shabestan, wartawan TV Al Jazeera sempat bertanya ke Ronaldo saat itu. “Anda saat ini berada di tanah Israel atau sedang di tanah Palestina?”. Secara tegas, Ronaldo pun menjawab, “Saya berada di bumi Palestina!”.
 
Selain para bintang sepabola diatas yang pernah menunjukkan solidaritasnya pada Palestina, tahukah anda bahwa Timnas Indonesia pernah melakukan hal serupa. Momen tersebut terjadi saat babak II penyisihan grup Zona AFC & Concacaf. Timnas Indonesia lolos ke babak penyisihan tersebut setelah di putaran I berhasil menyingkirkan China berkat kontribusi 4 gol yang diciptakan Ramang di laga home dan away.

Disinilah momen itu sebenarnya terjadi. Ramang dkk ternyata ditempatkan 1 grup dengan Israel. Alhasil, Indonesia yang secara politis tidak memiliki hubungan diplomatic dengan Israel dan mendukung perjuangan Palestina, menolak bertanding melawan negara aggressor tersebut. Timnas Indonesia pun mengundurkan diri. Hal serupa diikuti Timnas Mesir dan Sudan yang berada di grup tersebut. Mereka mengundurkan diri karena tidak mau bermain satu lapangan dengan para pemain Israel. Hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas pada bangsa Palestina.

 
Apa yang dilakukan Timnas Indonesia ini sudah sewajarnya. Karena jika melihat sejarah, Indonesia memang memiliki hutang budi pada Palestina. Sebagaimana tercatat dalam sejarah, salah satu bangsa yang pertama kali mengakui kedaulatan serta kemerdekaan bangsa Indonesia tahun 1945 silam adalah bangsa Palestina (Setelah itu baru Mesir). Dukungan dan pengakuan tersebut disuarakan mufti besar Palestina saat itu bernama Syekh Muhammad Amin Al Husaini. Berkat suara pengakuan sang mufti tersebut, negara-negara Islam lain tergerak. Mesir lalu ikut memberi pengakuan kedaulatan dan kemerdekaan. 

Bahkan yang lebih mengharukan, berkat suara dukungan Syekh Amin Al Husaini, juga menggerakkan hati seorang saudagar kaya raya asal Palestina bernama Muhammad Ali Taher. Apa yang dilakukannya? Subhanallah, sungguh luar biasa! Saudagar dermawan tersebut menyerahkan semua kekayaannya berupa emas dan uang miliknya yang tersimpan di Bank Arabia seraya berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!”. Allahuakbar! Inilah bentuk nyata solidaritas sesama muslim.

Sebagai catatan, fakta tersebut tertulis di buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis M Zein Hassan Lc sebagai Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia. Buku ini pula diberi kata sambutan para bapak bangsa Indonesia saat itu, seperti halnya Moh Hatta (Wakil Presiden RI Pertama) dan M Natsir (Perdana Menteri RI).

 
Maka wajar Indonesia setelah merdeka juga memberi dukungan dan simpati penuh pada Palestina. Ingatlah apa yang dikatakan salah satu founding fathers negeri ini, Bung Karno pada tahun 1962, menyebutkan: “Selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan pada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia menentang penjajahan Israel”. Merdeka! (Catatan Terakhir Pildun 2014, mad)

 

Email Autoresponder indonesia