Catatan Pildun 2014 (Bagian 2): Jerman – Belanda, Wakil Eropa di Semifinal. Pertaruhan Nama Besar Benua Biru

Suporter Jerman

Suporter Jerman


 
Mereka Bakal Menghadapi Brazil dan Argentina | Oleh Mamad el Shaarawy
maduracorner.com, Bangkalan – Jika di bagian 1 membahas 2 tim wakil America Latin di babak semifinal Piala Dunia 2014, kali ini kita bahas 2 tim wakil Eropa. Yakni Tim Nasional Jerman dan Belanda.

Timnas Jerman dalam 4 kali piala dunia terakhir selalu lolos ke babak semifinal. Yakni sejak piala dunia 2002 hingga 2014 saat ini. Dilihat dari fakta ini saja, Jerman bisa dibilang sebagai tim Eropa paling stabil penampilannya di ajang 4 tahunan ini. Itulah mengapa Die Mannschaft juga disebut sebagai tim spesialis turnamen. Mereka sering berjaya di turnamen major baik Piala Dunia maupun Piala Eropa.

Dalam sejarah Piala Dunia, mereka sudah tampil di putaran final sebanyak 16 kali dengan 3 gelar kampiun dunia. Yakni tahun 1954, 1974 dan 1990. Pada tahun 1954, Die Adler(sang Elang) mengalahkan Timnas Hongaria dengan skor 3-2. Fritz Walter memimpin skuad Nationalmannschaft saat menghancurkan Hongaria yang kala itu adalah salah satu tim terbaik Eropa berkat penampilan pemain legendaries mereka, Ferenc Puskas.

Sementara momen juara 1974 juga tak kalah fenomenal. Di partai puncak, Timnas Jerman yang diperkuat para bintang macam Frans Beckenbauer dan Gerd Muller mengalahkan Belanda dengan skor 2-1. Tim orange saat itu juga merupakan tim hebat berkat gaya total football yang diusung para pemain kenamaan mereka, Johan Cruyff, Arie Hann dan Johan Neeskens. Hebatnya lagi, striker Jerman (masih bernama Jerman Barat) yakni Gerd Muller jadi topskor dengan 11 gol. Jumlah gol dalam satu kali turnamen Piala Dunia yang hampir menyamai jumlah 13 gol milik Just Fontaine, striker Perancis.


Gelar ketiga Jerman tahun 1990 didapat saat Piala Dunia digelar di Italia. Kala itu Der Panzer diisi pemain bintang macam Lothar Matheus (kapten), Juergen Klinsmann, Thomas Haessler, Andreas Moller, Rudi Voeller, Andreas Brehme hingga sang kiper Bodo Ilgner. Di partai puncak, mereka membekuk tim Tango Argentina yang dikomandani sang kapten Diego Maradona dengan skor tipis 1-0.

Gol tunggal tersebut dicetak Andreas Brehme lewat titik penalti pada menit-menit akhir. Gelar ini menuntaskan dendam mereka pada tim yang sama. Karena 4 tahun yang lalu saat di laga final Piala Dunia 1986, Jerman kalah 2-3 dari Argentina.

Selain 3 kali juara, Jerman juga pernah 4 kali maju ke final tapi gagal. Yakni tahun 1966 (kalah dari Inggris 2-4), dibekuk Italia 1-3 tahun 1982, dikalahkan Argentina 2-3 tahun 1986 dan terakhir dipecundangi Brazil 0-2 tahun 2002. Jadi Timnas Jerman secara keseluruhan pernah 7 kali lolos sampai partai puncak yang 3 diantaranya diakhiri gelar juara.

Sementara bagi raksasa Eropa lainnya yang maju ke babak final Piala Dunia 2014, yakni Belanda, gelar juara masih sebatas impian terbesar mereka. Dalam 10 kali keikutsertaan mereka sepanjang perhelatan piala dunia sejak 1930 – 2014, mereka sudah 3 kali lolos ke partai final. Yakni tahun 1974, 1978 dan 2010. Namun semuanya berakhir dengan kekalahan alias selalu jadi runner up.

Mereka selalu melahirkan pemain hebat dengan talenta luar biasa. Di masa sekarang, penggemar sepakbola mana yang tidak kenal sosok Robin Van Persie, Arjen Roben hingga Wesley Sneijder? Di era 80-an hingga 2000-an, sosok talenta Belanda tercermin pada pemain seperi Marc Overmars, Edgar Davids, Jaap Stam, Giovanni Van Bronckhorst, Patrick Kluivert, Dennis Bergkamp hingga era Ruud Gullit, Marco Van Basten, Frank Rijkaard. Tiga nama terakhir dikenal dengan sebutan Trio Belanda berkat penampilan dahsyat-nya bersama AC Milan.

 
Pada era sebelumnya ada Johan Cruyff, Arie Hann, Johan Neeskens hingga Johnny Rep. Para pemain yang mempopulerkan TotaalVoetbal atau Total Football ke seluruh penjuru dunia. Gaya permainan dinamis yang memungkinkan para pemain bisa bertukar posisi secara konstan kala mereka sedang menekan lawan. Konsep permainan yang diracik sang meneer Rinus Michels selaku pelatih Ajax Amsterdam dan Tim Orange Belanda ini, tentu saja mengharuskan semua pemainnya memiliki keterampilan sama baiknya antara bertahan dan menyerang.
 
Meski memiliki segudang pemain berbakat sejak dulu, meski mempunyai TotaalVoetbal yang kesohor, namun mereka tak pernah sekalipun juara dunia. Satu-satunya gelar turnamen major mereka dapatkan saat pagelaran Piala Eropa 1988. Sementara di ajang piala dunia seperti yang kami uraikan diatas, mereka ‘hanya’ pernah 3 kali runner up.

Kini impian para meneer negeri Holland ini akan kembali dirajut saat mereka menjalani laga semifinal Piala Dunia 2014 kontra Argentina tanggal 10 juli 2014 . Sementara laga Jerman vs Brazil tanggal 9 juli 2014 atau rabu dinihari nanti. Siapa yang bakal lolos ke partai puncak? Apakah wakil Amerika Latin vs wakil Eropa? Kita tunggu saja.  (mad)