Cegah Konflik antar Nelayan, Satpolair Patroli di Perairan Kwanyar

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Bangkalan memantau situasi perairan Kecamatan Labang, Sukolilo, dan Kecamatan Modung, Senin (16/4/2018). Patroli hot spot dan pemolisian masyarakat (Polmas) ini guna mengantisipasi terjadinya konflik antar nelayan.

“Patroli ini untuk mencegah konflik antara nelayan Bangkalan dengan nelayan Pasuruan,” jelas Kasatpolair Polres Bangkalan, AKP Irma Sumiati kepada Maduracorner.com.

Menurutnya, patroli ini untuk menindaklanjuti laporan kepala desa dan Camat Kwanyar ke Dinas Perikanan Bangkalan terkait kapal Pasuruan yang diduga menggunakan alat tangkap jaring trawl atau yang lebih dikenal dengan sebutan pukat harimau.

“Kami mengerahkan dua armada kapal polisi bernomor lambung X-1035 dan X-1031 dengan anak buah kapal (ABK) 8 personil,” imbuhnya.

Hasil dari pemantauan sambung Irma tidak ditemukan nelayan Pasuruan yang menangkap ikan menggunakan jaring trawl atau jala berbentuk kantong dengan ukuran yang sangat besar itu. Namun, mereka menggunakan jaring tradisional.

“Kami sudah memberikan arahan kepada nelayan Bangkalan maupun Pasuruan agar menghidari konflik. Tapi, jika ada sesuatu yang dapat memicu konflik agar segera melaporkan kepada Satpolair,” ucapnya.

Selain mencegah terjadinya konfilik, Satpolair juga mengimbau kepada nelayan untuk turut serta secara aktif dalam mencegah pencurian ikan di atas kapal, dan meminta para nelayan selalu mengutamakan keselamatan berlayar.

“Mereka juga diberi pemahaman tentang bahaya radikalisme dan anti pancasila. Perahu yang tidak berbendera merah putih harus diganti dengan bendera yang kami bagikan,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia