Ceramah Tabligh Akbar di Bangkalan, Ustadz Abdul Somad Mohon Doa untuk Almarhumah Ibunya

Ustadz Abdul Somad ketika memberikan tausiyah di acara tabligh akbar Kabupaten Bangkalan. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM– Hj Rohana binti Lobai Udin ibunda Ustadz Abdul Somad meninggal dunia. Meski tengah berduka cita, penceramah kondang itu tetap menghadiri undangan Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) dalam acara tabligh akbar di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (18/3/2019).

“Pagi ini ibu saya meninggal dunia, saya mohon fatihah dan doa untuk almarhumah,” ucap Somad sebelum berceramah di hadapan ribuan jemaah tabligh akbar.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyinggung sejumlah persoalan dalam agama islam. Di antaranya, pembacaan doa tahlil dan ziarah kubur yang dianggap bid’ah oleh kalangan wahabi. Menurutnya, doa tahlil dan ziarah kubur diperbolehkan dalam madzhab Imam Syafii.

“Baca doa tahlil itu berpahala, dan ziarah kubur tujuannya mendoakan orang yang meninggal, bukan meminta doa,” paparnya.

Ustadz Abdul Somad juga bercerita tentang awal mula undangan berceramah di Madura. Ia sempat menolak karena jadwalnya telah penuh hingga 2020. Namun, penolakannya diurungkan setelah mengetahui Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

“Begitu tau si pengundang saya langsung menyanggupi, karena beliau kakak kelas saya di Al-Azhar Kairo, Mesir,” kenangnya.

Sebelum berceramah di Kabupaten Bangkalan, Ustadz Abdul Somad juga mengisi tausiyah keagamaan di hadapan ribuan santri dan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Minggu, 17 Maret 2019 malam.

Sementara itu, Ketua IKAMA H Rawi mengatakan tujuan tabligh akbar ini untuk mendoakan keselamatan bangsa, khususnya bagi Kabupaten Bangkalan. Harapannya, menjelang Pemilu 2019 dan pasca pemilihan nanti situasi tetap aman dan kondusif.

“Tak kalah pentingnya, melalui ceramah agama Ustadz Abdul Somad anak-anak kita tidak terkontaminasi dengan paham radikal,” terangnya, usai tabligh akbar di Kabupaten Bangkalan. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad