Dampak Letusan Gunung Kelud, Harga Cabe Tembus 65 ribu Per/kg

Hj Saleho pedagang cabe di pasar KLD Bangkalan-foto: A Shohib/MC.com

Hj Saleho pedagang cabe di pasar KLD Bangkalan-foto: A Shohib/MC.com

Banyak tanaman cabe gagal panen I oleh : A.Shohib

Madurcorner.com,Bangkalan – Letusan gunung di Kediri beberapa waktul lalu, berdampak terhadap harga Harga cabe di kabupaten Bangkalan melonjak naik. Dari pantuan di Pasar Tradisioanal Ki Lemah Duwur Bangkalan, harga cabe rawit tembus 65/kg-nya. Naiknya harga cabe yang signifikan pasca terjadinya letusan gunung Kelud itu disebabkan para petani cabe mangaku akibat erupsi abu vulkanik tanaman cabe menjadi rusak. Sehingga, berpengaruh pada produktivitas cabe tersebut.

Praktis melonjaknya harga cabe di pasaran tak terbendung. Apalagi, kebanyakan para petani mengalami gagal panen. Sementara permintaan konsumen begitu tinggi, disisi lain petani tidak bisa memenuhi permintaan konsumen di pasar. Saat ini, satu kilogram cabe mencapai harga Rp.65 ribu Sebelumnya, harga cabe perkilo hanya berkisar Rp. 30 ribu.

“Mahal Mas, cabe sekarang satu ons saja seharga Rp.7 ribu Melonjaknya harga cabe terjadi sejak seminggu lalu,” ujar salah seorang Pedagang Sembako di Pasar KLD Bangkalan, Hj. Saleho, Rabu (26/2).

Menurutnya, sejak harga cabe rawit melonjak seharga 65 ribu per/kg berdampak pada menurunnya daya beli konsumen dipasaran. Sebab, harga tersebut dinilai terlalu mahal. Sehingga, para pembeli tidak berani membeli cabe dengan jumlah yang banyak. Setiap harinya, cabe yang habis terjual hanya berkisar 10 kg saja. Padahal, sebelum terjadinya kenaikan harga, cabe yang laku bisa mencapai 30 kg.

“Sekarang orang hanya beli Rp.2 ribu Mas. Mau beli banyak gak berani soalnya mahal. Ini berkibat pada menurunya penghasilan yang saya dapat,” keluhnya.

HJ Saleho mengharpakan, agar ada solusi konkrit dari pemerintah dalam menyikapi lonjakan harga pada bahan pokok terutama harga cabe yang mengalami lonjakan haraga sangat signifikan dalam beberpa waktu terkahir. Sehingga, permasalahan kenaikan harga dapat segera teratasi.

Sementara itu, salah seorang pembeli H. Qomariah warga Jl. KH. Hasyim Asyari mengaku sangat terkejut dengan melambungnya harga cabe beberapa waktu terakhir ini.”Kaget Mas, cabenya mahal jadi sekarang sedikit-sedikit beli cabenya,” tuturnya.(Shb)