Dampak Pandemi Covid-19, Warung Makan Depot Puput Alami Penurunan Pelanggan

Bangkalan, Maduracorner.com, Wabah corona virus desease (Covid-2019) menyerang sejumlah Daerah di Indonesia, mengakibatkan dampak sejumlah sektor mengalami kemorosotan.

Salah satu dampak yang mengalami perubahan besar dan mengalami krisis adalah dari sektor ekonomi. Dampak sektor ekonomi ini menyebabkan Pelaku Usaha menjerit.

Seperti yang dialami H. Ahmad (63) dan istrinya Hj. Maimuna (60) pemiliki warung makan Depot Puput yang berlokasi di Jalan Raya R.E. Marthadinata, Mlajah, Kecamatan Bangkalan.

Pasangan suami istri asal Arosbaya itu menceritakan perubahan besar pada penjualan dan pendapatan di warungnya pasca virus corona menggila menyerang Kabupaten Bangkalan.

“Biasanya pelanggan kami mahasiswa, santri dan masyarakat umum. Sebelum wabah ini terjadi, konsumen yang makan di warung depot puput setiap hari mencapai sekitar 50 orang. Namun, setelah datang wabah covid-19 menjadi turun drastis,”

Menurut H. Ahmad sebelum terjadi wabah covid-19, biasanya pendapatan mencapai 500 s/d 600 ribu setiap hari. Akan tetapi setelah datang wabah corona pendapatan warung turun sampai 50 persen.

“Setiap harinya kadang 200 hingga 300 ribu. Tapi alhamdulillah masih sedikit tetap ramai meski musim wabah corona,” kata H. Ahmad saat di temui reporter Maduracorner.com di warungnya, Senin, (02/11/20).

Pasangan H. Ahmad dan Hj. Maimuna terbilang umur sudah tua, namunh semangat dari empat anak itu melebihi kaum milenial untuk bertahan hidup mandiri ditengah pandemi.

Ia mengatakan setiap hari harus bangun lebih awal, sesudah subuh pihaknya mengaku berangkat ke pasar Ki Lemah Duwur bersama istri – nya untuk belanja bahan – bahan makanan.

“Setiap selesai sholat subuh biasanya saya mengatarkan istri ke pasar. Setelah itu saya pulang karena harus mempersiapakan di Depot. Dan istri setelah belanja pulang naik becak, kebetulan pasar dengan warung saya tidak jauh,” katanya.

Ia juga menambahkan, Warung buka pukul 07:00 Wib dan tutup pukul 22:00 Wib. Disela membuka warung, pihaknya mengaku menekankan penerapan protokol kesehatan 3M terhadap bahan-bahan konsumsi dan konsumen demi menjaga keselamatan bersama.

“Kami menyediakan menu nasi jagung, dengan varian menu ikan. Jadi sebelum diolah dan sesudah diolah tetap kami perhatikan kebersihannya. Tetap protokol kesehatan kami utamakan,” jelasnya.

Warung Depot Puput yang berdiri tahun 2012 itu memberi kebebasan terhadap semua konsumen untuk mengambil makanan sendiri. Karena warung Depot Puput menjunjung tinggi kejujuran dan keberkahan. Sehingga H. Admad menyediakan air isi ulang dan diberikan secara cuma – cuma kepada konsumen.

“Kami lebih menekankan pada kejujuran. Semua konsumen mengambil makanan dan ikan sendiri. Karena kami bentuk perasmanan. Tempat makanan dan minuman kami sediakan tempat khusus. Setelah selesai makan, biasanya mereka membayar sambil manjelaskan menu apa saja yang diambil. Jadi untuk hargapun tergantung makanan dan ikan apasaja yang diambil,” pungkasnya.(Ris).

Email Autoresponder indonesia