Dapat Hak Cipta, Begini Filosofi Batik Daun Pacar Cina

572 views

Proses pembuatan batik bermotif ‘Daun Pacar Cina’ di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. (FOTO: Mohammad H)

PAMEKASAN, MADURACORNER.COM- Seni sudah menjadi bagian hidup Abd Rasyid. Sejak muda, pria kelahiran tahun 1980 ini sudah menekuni dunia batik, mulai dari design, belajar membatik, pewarnaan dan ikut memasarkan.

Salah satu karya seni Abd Rasyid yang cukup fenomenal adalah batik motif Daun Pacar Cina. Bahkan, batik tulis tradisional itu, sudah mendapatkan hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau Kemenkum HAM RI.

“Ide muncul karena ingin melestarikan budaya lokal, biar sejarah dari pacar cina tidak hilang dan biar menjadi kebanggaan bagi warga Desa Klampar,” tutur Rasyid sapaan akrabnya, Sabtu (16/2/2019).

Warga Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu mengaku, tertantang untuk membuat motif batik baru yang memiliki nilai sejarah yakni batik kontemporer. Namun, tidak menghilangkan ciri khas Madura.

“Saya menekuni batik motif pacar cina sehak 1999,” imbuhnya.

Motif batik pacar cina ciptaan Rasyid memiliki filosofi gambar daun pacar cina dengan bunga pagar, yaitu bunga sepatu karena pohon pacar itu tumbuh di pagar-pagar. Jadi dipadukan dengan bunga tersebut.

Kekuatan batik daun pacar cina ini pada motifnya. Ada filosofi yang khas daerah. Awalnya, hanya dipasarkan untuk tingkat lokal. Kemudian, banyak konsumen yang tertarik, dan diikutkan pameran di beberapa kota.

“Motif ini diajukan untuk mendapat hak cipta sekitar enam bulan yang lalu,” tutur Rasyid

Proses pembuatan satu kain batik motif pacar cina membutuhkan waktu satu bulan, dan dikerjakan satu orang. Batik pacar cina halusan, dijual seharga Rp 500 ribu ke atas. Sementara kasaran dibawah Rp 500 ribu

“Perlahan-lahan mulai banyak yang pesan, ada yang dari Jakarta, Batam, hingga Sulawesi,” tandasnya. (*)

Penulis: Mohammad H

Editor: Riyan Mahesa